Kadin Ditunjuk Jadi Lembaga Penerbit Paspor Arus Barang

Husen Miftahudin    •    Senin, 01 Jun 2015 19:05 WIB
kadin
Kadin Ditunjuk Jadi Lembaga Penerbit Paspor Arus Barang
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ditunjuk sebagai lembaga penerbit dan penjamin nasional paspor arus barang ekspor impor. Hal ini lantaran Kadin terus mendorong pemerintah untuk menerapkan ATA Carnet di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter Fiskal dan Kebijakan Publik, Hariyadi Sumdani mengatakan, ATA Carnet merupakan fasilitas impor dan ekspor sementara yang memungkinkan pergerakan barang lintas batas tanpa pengenaan bea masuk dan pajak.

"Setelah empat tahun ATA Carnet diterapkan di Indonesia, akhirnya keinginan pemerintah dan Kadin untuk mengeluarkan ATA Carnet jadi kenyataan," ujar Hariyadi, di Menara Kadin Indonesia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2015).

Ia menjelaskan, penerapan ATA Carnet sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2014 yang disempurnakan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 228 Tahun 2014 tentang ekspor sementara dengan ATA Carnet. Dengan begitu, maka barang yang diekspor nantinya tak akan membayar bea masuk dan pajak.

"Selanjutnya melalui PMK Nomor 228 yang ditindaklanjuti dengan PMK Nomor 386 tahun 2015, akhirnya Kadin Indonesia ditunjuk sebagai lembaga penerbit dan penjamin nasional yang akan mengeluarkan ATA Carnet," papar Hariyadi.

Atas dasar itu, sambung dia, Kadin Indonesia telah melakukan kesepakatan dan menyerahkan berbagai dokumen kepada Kadin Internasional (International Chamber Of Commercer/ICC) tentang ditunjuknya Kadin Indonesia sebagai lembaga penerbit dan penjamin nasional yang mengeluarkan ATA Carnet.

"Maka sejak 15 Mei 2015, ICC memberitahukan kepada 74 anggota bahwa Kadin Indonesia jadi lembaga penerbit dan Penjamin yang ke 75," pungkas Hariyadi.


(AHL)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

6 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA