Festival Jajanan Bango 2015 Puaskan Pecinta Kuliner Surabaya

Dwi Ayu Rochani    •    Senin, 01 Jun 2015 19:23 WIB
kuliner
Festival Jajanan Bango 2015 Puaskan Pecinta Kuliner Surabaya
Festival Jajanan Bango di Surabaya. (Foto:Twitter)

Metrotvnews.com, Surabaya: Kecap Bango senantiasa berkomitmen menjalankan misi sosial pelestarian warisan kuliner Nusantara. Salah satu komitmennya yakni melalui pelaksanaan festival kuliner akbar tahunan Festival Jajanan Bango. 

Setelah sukses memuaskan selera puluhan ribu pecinta kuliner Nusantara di Surabaya pada 2013 lalu, di tahun pelaksanaan yang ke-10 ini Festival Jajanan Bango kembali menyambangi kota ini untuk mempersembahkan beragam hidangan autentik dari masakan barat hingga timur nusantara.

Nuning Wahyuningsih, Senior Brand Manager Bango mengatakan bahwa tahun ini, Bango memiliki misi besar untuk mendorong kecintaan dan kebanggaan masyarakat luas terhadap ragam kekayaan warisan kuliner Nusantara. 

"Sebagai bagian penting dari misi tersebut, kami menghadirkan Festival Jajanan Bango dengan tema 'Persembahan Kuliner dari Barat ke Timur Nusantara' untuk mengangkat kembali kebanggaan masyarakat Indonesia akan kekayaan ragam kuliner Nusantara, sesuatu identintas bangsa yang kalau kita abaikan bisa saja hilang,” kata Nuning.

Festival Jajanan Bango menghadirkan 38 legenda kuliner Indonesia yang telah teruji kelezatan serta kesohorannya untuk memanjakan lidah para pecinta kuliner Nusantara. Di festival kali ini, para pecinta kuliner akan diajak untuk bertualang menjelajah khasanah kuliner Nusantara, mulai dari area Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah, hingga area Indonesia bagian timur.

“Di antara puluhan kuliner pilihan yang Bango hadirkan bagi masyarakat Surabaya, ada dua legenda kuliner yang bulan April lalu telah mengharumkan nama Indonesia di pentas kuliner dunia melalui ajang World Street Food Congress 2015 (WSFC 2015) di Singapura. Mereka adalah Kupat Tahu Gempol, dan Ayam Taliwang Bersaudara. Di pesta kuliner internasional yang diikuti 12 negara itu, para legenda kuliner Indonesia mendapatkan sambutan yang luar biasa, karenanya kami turut menghadirkan mereka dalam FJB tahun ini,” jelas Nuning. 

Selain kedua legenda kuliner tersebut, di WSFC 2015 hadir pula salah satu legenda kuliner asal Surabaya, yaitu Soto Ambengan Pak Sadi dan Gudeg Yu Nap yang sayang sekali berhalangan berpartisipasi di Festival Jajanan Bango 2015.

Ibu Zahra, pemilik warung makan Ayam Taliwang Bersaudara berkisah tentang pengalamannya mengikuti festival makanan internasional tersebut. Ia sempat kesulitan mencari ayam berukuran kecil.

“Saat mengikuti ajang WSFC bulan lalu, salah satu tantangan yang harus kami hadapi adalah kami pasokan ayam yang terbatas. Hidangan ayam taliwang umumnya menggunakan ayam yang berukuran kecil, akan tetapi karena ukuran ayam di Singapura besar, akhirnya kami hanya menggunakan ayam bagian sayap saja. Namun, untuk urusan bumbu, kami tetap menggunakan bumbu asli yang biasa kami pakai, seperti cabai hitam yang langsung kami bawa dari Lombok. Alhamdulillah, usaha keras kami membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Antrian panjang yang tak kunjung usai membuat sayabangga bahwa kuliner Indonesia ternyata mendapat pengakuan di kancah internasional,” tutur wanita yang telah berjualan hidangan ayam taliwang sejak tahun 1980-an itu.


(LOV)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

5 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA