'Bhineka Tunggal Ika' di Makam Bung Karno

Pelangi Karismakristi    •    Selasa, 02 Jun 2015 15:13 WIB
hari pancasila
'Bhineka Tunggal Ika' di Makam Bung Karno
foto: Pelangi

Metrotvnews.com, Blitar: Mumpung sedang di Blitar, sempatkan berziarah ke makam Bung Karno. Selain untuk mengenang jasa-jasa Sang Proklamator untuk Indonesia, sekaligus belajar tentang Bhineka Tunggal Ika.

Kompleks makam Bung Karno berada tak jauh dari pusat kota kecil Blitar, Jawa Timur. Bila kita naik becak, tarifnya paling mahal Rp. 15 ribu saja. Kita akan diantara sampai gerbang masuk komplek makam.

Gapura yang sekilas nampak seperti candi menjadi pintu pertama untuk masuk makam. Di baliknya terhampar ruang terbuka yang cukup luas, total luar kompleks makam sekitar 2 hektar.

Di sisi kiri terdapat mushola yang namanya diambil dari ayahanda Soekarno, yaitu Soekemi Sosrodiharjo. Di seberangnya berdiri sebuah paseban kecil yang dinamai sesuai nama ibunda Soekarno, Ida Ayu Nyoman Sarimben. Ini semacam ruang tunggu bagi para peziarah sebelum masuk bangunan utama makam. 

Di antara keduanya berdiri bangunan berbentuk joglo. Di dalamnya terdapat pusara Bung Karno. Makamnya diapit makam mendiang dua orang tuanya.

Tepat di atas makam terdapat batu besar, seperti prasasti bertuliskan "Di sini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia Penyambung Lidah Rakyat". 

Sedikit melihat ke belakang, ternyata makam Bung Karno ini dahulunya adalah makam pahlawan. Kemudian dipugar khusus didedikasikan untuk makam salah satu pencetus lahirnya Pancasila ini. Peresmiannya pada 21 Juni 1979 dilakukan oleh Soeharto.

"Dahulu makam dipagari kaca, hanya orang-orang tertentu boleh masuk ke dalam. Namun pada 2001 oleh Ibu Megawati dibuka untuk umum sebab menurut beliau Bung Karno milik bangsa Indonesia, jadi agar rakyat harus bisa lebih dekat dengan presiden pertama RI ini," jelas Kahfi Annezar, salah seorang juru kunci.

Jumlah peziarah yang datang setiap harinya bisa mencapai seribuan orang. Mereka datang dari seluruh Indonesia, bahkan dari mancanegara, termasuk dari negara yang tidak ada kaitan sejarah dengan sekalipun. 

"Peziarah itu datang dari berbagai macam suku, agama, aliran agama dan kepercayaan. Mereka berdoa dengan caranya masing-masing. Hindu, Budha, Katolik, Islam, semuanya. Kita bisa melihat ujud Bhineka Tunggal Ika di sini," tambahnya.

Menurut Kahfi banyak orang yang mengagumi sosok Bung Karno, sebab, banyak juga turis mancanegara yang tidak mau kalah mendoakan mendiang Ir. Soekarno. Walau negaranya tidak memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Indonesia.
 


(LHE)

Pengamanan Setnov di RSCM Berkurang

Pengamanan Setnov di RSCM Berkurang

39 minutes Ago

Ketua DPR Setya Novanto masih menjalani perawatan intensif di RSCM, Jakarta Pusat. Pengamanan d…

BERITA LAINNYA