Kompolnas: Polisi Tutup Mata soal Pelat Modifikasi

Surya Perkasa    •    Selasa, 02 Jun 2015 16:04 WIB
lalu lintas
Kompolnas: Polisi Tutup Mata soal Pelat Modifikasi
Polisi memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara di salah satu razia--ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai kepolisian masih tutup mata atas banyaknya kendaraan bermotor yang menggunakan pelat nomor modifikasi. Sebab, kendaraan berpelat modifikasi banyak berseliweran di jalanan Ibu Kota. 

"Polisi sepertinya tutup mata dalam pelanggaran-pelanggaran nomor kendaraan ini. Kita enggak tahu apakah polisi sibuk dengan agenda lain," kata Anggota Kompolnas Hamidah Abdurrahman saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Selasa (2/6/2015).

Beragam pelanggaran pelat nomor kendaraan memang masih banyak ditemui. Beberapa waktu lalu diberitakan soal kendaraan mewah tanpa pelat kendaraan atau dengan pelat tidak standar.

"Seharusnya enggak pakai di jalan (kalau tidak sesuai aturan). Itu harus ditertibkan," tegas dia.


Mobil berpelat modifikasi--Metrotvnews.com/Deny Irwanto

Kompolnas, kata dia, sebenarnya sempat berkomunikasi dengan Korlantas yang saat ini dipimpin Irjen Pol Condro Kirono. Kompolnas meminta kejelasan tentang perlakuan khusus kepada kendaraan dengan nomor cantik dan berpelat modifikasi.

"Kita harapkan Kakorlantas (Kepala Korps Lalu Lintas Polri) segera mengeluarkan kebijakan untuk menghadapi hal tersebut (pelat modifikasi). Kalau memang ada perlakuan khusus, harus dijelaskan. Tapi kita harapkan tidak ada. Aturan itu saja ditegakkan," desak 


Kendaraan mewah tanpa pelat--Metrotvnews.com

Selain itu, Kompolnas juga mempertanyakan aliran dana masuk dalam mengeluarkan nomor kendaraan cantik ini. Korlantas diminta segera mengidentifikasi seluruh permasalahan terkait pelat nomor cantik dan modifikasi ini.

"Kita kan tidak tahu apakah biayanya itu masuk ke negara atau masuk ke oknum. Kita tidak mengerti," ujar pakar hukum ini.

Adapun pengemudi yang ketahuan menggunakan pelat nomor modifikasi bakal dikenakan Pasal tilang 280 jo Pasal 68 (1) UU RI no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Banyak mobil di Jakarta menggunakan pelat modif. Misalnya, BI6 Z4RA, S1 53XY, B466US, dan B14RIN. Pengemudi memodifikasi pelat nomor yang dikeluarkan showroom, dengan tujuan membuat sebuah kata. 


(SUR)