PKS: Survei Bukan Dasar Penilaian Elektabilitas Partai

- 19 Februari 2013 18:18 wib
<p>Al-Muzzammil Yusuf--Antara/Jefri Aries/cs</p>

Al-Muzzammil Yusuf--Antara/Jefri Aries/cs

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Al-Muzzammil Yusuf menanggapi hasil survei Lembaga Survei Jakarta (LSJ), Selasa (19/2). Hasil survei menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sosial semakin merosot pascaprahara yang melanda kedua parpol tersebut. Kepercayaan publik rontok menyusul terbongkarnya kasus korupsi di kedua partai.

"Kalau survei PKS selalu di bawah, tentu kami mengkhawatirkan hasil suvei itu. Untuk itu kami melakukan evaluasi," ujar Al-Muzzammil.

Al-Muzzammil mengatakan, penurunan elektabilitas akibat kasus korupsi tentu berpengaruh pada partai. Kendati begitu, hasil survei bukan dasar utama penilaian elektabilitas suatu partai. Al-Muzzamil tetap yakin PKS akan tetap berjaya, tak terkecuali lewat calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dari PKS, yakni Ahmad Heryawan dan Dedi Mizwar.

Ketua DPP PKS yang juga anggota Komisi III DPR, Indra, melontarkan komentar senada. Ia mengatakan survei bisa dijadikan bahan evaluasi, namun bukan dasar menilai elektabilitas partai. "2008 diprediksi tidak lolos Parliamentary Threshold (PT), ternyata delapan persen," pungkasnya yang mengatakan hasil survei tergantung pada pihak yang menyelenggarakan.

Menurutnya, publik tidak akan lupa gerakan PKS dalam menolak kenaikan harga BBM dan menjadi partai terdepan yang turun saat ada bencana. Ia juga menyatakan, yang dilihat masyarakat adalah figur di daerah masing-masing.

"Topografi PKS adalah pemuda. Kami melihat ada PR untuk semakin meyakinkan publik. Saat ini dalam proses, tiga sampai empat bulan, survei akan berbalik," tegasnya.(Githa Farahdina/WIL)

()

MI/Immanuel Antonius

PPP Kaji Ulang Koalisi dengan Gerindra

20 April 2014 07:21 wib

HASIL Rapimnas I PPP yang sempat ricuh belum memutuskan akan berkoalisi dengan partai politik lainnya.