Cahaya Ribuan Lampion Raksasa Tutup Hari Waisak di Candi Borobudur

Patricia Vicka    •    Rabu, 03 Jun 2015 01:46 WIB
waisak 2559
Cahaya Ribuan Lampion Raksasa Tutup Hari Waisak di Candi Borobudur
Suasana pelepasan lampion saat penutupan Hari Raya Waisak 2559 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2015). Foto : MTVN/Patricia Vicka.

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ribuan lampion raksasa diterbangkan ke udara sebagai penutup rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2559. Cahaya lampion menerangi kegelapan malam di lapangan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Perlahan cahaya itu terbang bagai ribuan kunang-kunang menuju langit malam yang gelap. Cahaya lampion yang terbang semakin mengecil, hingga akhirnya hilang di kegelapan langit malam.

Setidaknya, ada 1.200 lampion raksasa yang diterbangkan sebagai penutupan Hari Raya Waisak, sekitar pukul 01.00 WIB, Selasa (3/6/2015).

Lampion yang berwarna putih itu melambangkan kedamaian. Pelepasan lampion memiliki makna untuk menyebarkan kedamaian dan cinta kasih di muka bumi.

"Putih itu melambangkan kesucian dan cinta kasih. Pelepasan lampion dilakukan sebagai simbol melepaskan segala dosa dan kehidupan di masa lalu dan bersiap menyongsong hidup baru. Warna putih dipakai untuk menyebarkan kedamaian dimuka bumi," ujar Biksu Susanto pada Metrotvnews.com di Lapangan Candi Borobudur, Selasa (2/6/2015).

Sebelum diterbangkan, para pengunjung dan umat Budha diajak untuk bermeditasi dan merenung. Mereka diminta untuk merilekskan tubuh dan mengatur nafas dalam posisi duduk bersila untuk melepas segala beban dalam hidup.

Panitia kemudian membagikan lampion raksasa. Perlahan para undangan membentangkan kain penutup lampion. Dengan menghitung mundur, lampion berbentuk kotak raksasa ini dilepaskan ke udara.

Para pengunjung yang sedari tadi menunggu pelepasan lampion segera mengabadikan moment indah tersebut. Mereka segera mengeluarkan kamera dan telepon genggam untuk megambil gambar lampion yang perlahan ditelan gelap malam.

Virn salah seorang pengunjung yang berasal dari Thailand merasa senang bisa merayakan Waisak di Candi Borobudur. "Saya Buddish dan sengaja kesini untuk merayakan Waisak. Saya senang bisa berdoa disini dan menyaksikan penerbangan lampion ini," ujar wanita berusia 35 tahun ini.

Hari Raya Waisak adalah hari dimana umat Budha merayakan tiga hari penting yakni hari ulang tahun Budha, hari mendapat penerangan menjadi Budha, dan hari kematian Budha. Waisak terjadi di bulan ke lima menurut perhitungan kalender lunar.

Perayaan Waisak tahun 2015 dirayakan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Acara ini turut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo yang didampingi oleh Ibu Negara Irianna Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
 


(DRI)

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

4 hours Ago

KPK optimis memenangkan gugatan praperadilan tersangka korupsi ktp-el Setya Novanto. KPK akan m…

BERITA LAINNYA