Lembaga Keamanan Rusia Akui MH17 Dihantam Rudal

Fajar Nugraha    •    Rabu, 03 Jun 2015 07:13 WIB
malaysia airlines
Lembaga Keamanan Rusia Akui MH17 Dihantam Rudal
Rudal Buk yang diduga hancurkan Malaysia Airlines MH17 (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Moskow: Sebuah lembaga keamanan Rusia mengakui bahwa sebuah rudal Buk yang sudah uzur, digunakan untuk menembak pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina Timur.

Lembaga Alma-Antey mengatakan, rudal Buk M1 ditembakkan dari wilayah selatan Zaroshchenske. Pernyataan itu membenarkan klaim Rusia, bahwa pasukan Ukraina -yang juga memiliki rudal itu- menembakkan rudal tersebut, bukan pihak separatis pro-Rusia.

Ledakan yang dialami oleh MH17, menewaskan 298 orang penumpang yang berada di dalamnya. Ukraina pun menyalahkan pihak separatis pro-Rusia di balik tragedi ini.

"Kami sudah menganalisa kerusakan atas pecahan bom dan mengidentifikasi bahwa rudal itu sebagai 9M38M1 dari sistem Buk M1 system," ujar pihak Alma-Antey.

"Rudal itu ditarik dari produksi pada 1999, perusahaan produsen rudal itu tidak menyediakan rudal tersebut kepada pihak mana pun selama Abad-21," tutur CEO Alma-Antey Yan Novikov, seperti dikutip BBC, Rabu (3/6/2015).

Pesawat Boeing 777 itu jatuh di wilayah yang dikendalikan oleh pasukan separatis pro-Rusia. Ukraina dan negara Barat mencurigai pihak separatis yang melepaskan tembakan rudal itu dan mereka dipersenjatai oleh Rusia.

Ukraina sendiri menolak tuduhan Rusia yang menyebutkan pasukan mereka yang dilengkapi Buk-M1, telah melepaskan tembakan rudal itu. Namun hingga kini belum ada titik terang dari permasalahan tersebut.

Sementara penyelidik internasional mengatakan, peluncur rudal Buk terlihat dimobilisasi ke kota Snizhne. Mobilisasi itu berlangsung empat jam sebelum pesawat ditembak jatuh.

 


(FJR)