Pemecatan Petugas Lapas, Sinyal Keras Berantas Narkoba

Ilham wibowo    •    Rabu, 03 Jun 2015 07:36 WIB
narkoba
Pemecatan Petugas Lapas, Sinyal Keras Berantas Narkoba
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly (ketiga kanan) membacakan rilis barang bukti usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas khusus Narkoba Banceuy, Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/5). Foto: Antara/Norvian Arbi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly mengatakan tidak ada toleransi terhadap petugas lapas yang ikut menyelundupkan narkoba. Jika kedapatan, petugas lapas itu langsung dipecat.

"Seperti Deni (sipir lapas) misalnya, langsung kita pecat tanpa menunggu proses yang lain kemarin di Kementerian hukum dan HAM. Diadakan upacara dengan melepaskan pakaian dinas," tutur Yasona di Jakarta, Selasa (2/6/2015) malam.

Yasona mengatakan tindakan ini merupakan satu sinyal yang sangat keras untuk memberantas peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan. Sidak yang dilakukan Kamtib Dirjen Lapas akan dilakukan secara berkala.

"Saya minta kepada seluruh jajaran, Kepala Lapas, Kakanwil, dan Kadivpas untuk terus melakukan sidak secara acak dimana-mana." kata dia.

Sebelumnya, penggeledahan yang dilakukan Satgas Kamtib Dirjen Lapas menyita 48 unit telepon genggam. Tiga buah telepon genggam disita dari tas oknum sipir, telepon genggam itu diduga disewakan kepada narapidana.

"Semua ponsel ini akan diperiksa apakah digunakan untuk komunikasi transaksi narkoba," kata Menkumham Yasona Laoly di Lapas Banceuy, Bandung, Jumat (29/5/2015) malam.

Di dalam penggeledahan yang menyertakan Direktorat Anti Narkoba Polda Jawa Barat ini, tim juga mendapati sipir membawa benda yang diduga narkoba lengkap dengan alat hisapnya, termasuk puluhan batang rokok 'modifikasi' yang diyakini akan dicampur dengan narkoba. Tes urine pun dilakukan terhadap petugas lapas.

Temuan lain yang menguatkan dugaan terjadinya praktek peredaran narkoba dalam Lapas Banceuy adalah satu linting ganja dan tiga alat penghisap sabu (bong -red). Tim juga menyita tiga mesin pemutar DVD, puluhan senjata tajam, kompor gas portable. Bahkan, ada uang tunai senilai Rp17 juta dan USD 100.

Berdasar temuan itu, Menkumham Yasona Laoly melanjutkan penggeledahan ke perumahan dinas sipir yang berada tak jauh dari Lapas Banceuy. Beberapa anjing pelacak dari BNN Jawa Barat dikerahkan untuk menemukan narkoba yang mungkin saja disembunyikan dalam rumah atau lingkungan sekitarnya oleh oknum sipir.

"Kalau terbukti ada petugas yang menyalahgunakan wewenang, langsung diproses hukum dan dipecat," tegas Yasona.


(DRI)