Laju Rupiah Masih akan Tertekan Dolar AS

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 03 Jun 2015 08:09 WIB
kurs rupiah
Laju Rupiah Masih akan Tertekan Dolar AS
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Gunawan Wibisono

Metrotvnews.com, Jakarta: Laju Rupiah terhadap dolar AS (USD) sempat mengalami kenaikan, setelah merespons data-data dari ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kurang begitu baik. Pada akhirnya, laju Rupiah berakhir di zona merah dengan melanjutkan pelemahannya.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, rilis peningkatan angka klaim pengangguran AS yang dibarengi dengan turunnnya GDP growth rate quartal on quartal (QoQ), Chicago PMI, dan michigan consumer sentiment, seharusnya menjadi sentimen negatif bagi USD. Tapi sentimen tersebut juga diimbangi dengan masih berlanjutnya pelemahan laju Euro, sehingga pelaku pasar pun masih ada yang mentransaksikan USD.

"Akibatnya Rupiah pun masih terkena imbas negatifnya. Laju Rupiah pun berjalan sesuai dengan estimasi kami sebelumnya," ujar Reza dalam keterangan risetnya yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (3/6/2015).

Dia menyebutkan, sebelumnya sudah disampaikan, belum adanya sentimen positif sehingga membuat laju Rupiah kian terpuruk dan melanjutkan pelemahannya. Dia pun mengimbau kepada investor untuk tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan.

Laju Rupiah bergerak di bawah level support Rp13.220 per USD. Lanjut dia, meski terdapat sentimen negatif, namun tampaknya tidak direspons oleh USD, di mana masih terlihat menguat dibandingkan gerak rupiah.

Selain itu, belum adanya sentimen positif, tentunya akan membuat rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya. Dia berharap, tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan. "Dalam satu hari ini laju Rupiah akan berada di level Rp13.241-Rp13.220 per USD (kurs tengah BI)," tutup Reza.


(AHL)