Indonesia Negara Ke-2 Target Serangan Hacker

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 03 Jun 2015 12:19 WIB
cyber security
Indonesia Negara Ke-2 Target Serangan Hacker
Ilustrasi serangan siber secara global. (MTVN/MAMDUH)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam acara Simposium Nasional Cybersecurity 2015 yang berlangsung hari ini (3/6/2015) di Hotel Borobudur, dijelaskan bahwa Indonesia adalah negara ke-2 target serangan siber setelah Amerika Serikat. Hal tersebut dibuktikan dengan menonton serangan siber yang sedang terjadi secara real-time, seperti yang bisa Anda lihat pda gambar di atas.

"Alasannya adalah Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosial terbanyak," kata Staf Ahli Kemenkopolhukam Dr. Yono Reksoprodjo. "Faktor berikutnya bisa berasal dari penggunaan software bajakan." Situs porno merupakan faktor ketiga yang dinyatakan menyimpan banyak malware, dan bisa memicu serangan siber. 

Dari sinilah, ia menyatakan bahwa kesalahan utama dari celah keamanan bukanlah disebabkan oleh sistem, melainkan penggunanya. Langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menutup situs porno dinilai tepat. Setidaknya, celah keamanan siber dapat diminalisir dengan adanya kebijakan pemblokiran situs porno.

"Berbeda dengan roket yang kelihatan kalau meluncur, serangan cyber bentuknya tidak terlihat," tambahnya." Kenyataannya, serangan siber blm tentu murni dari satu negara. Bisa saja hacker memanipulasi jejak mereka agar terlihat seperti berasal dari negara lain, seperti umpan." 

Sangat penting ketika setiap instansi memperkuat keamanan siber masing-masing. Dari setiap instansi, termasuk instansi pemerintah harus bisa memahami dan meminimalisir serangan. Pemerintah juga harus mendorong awareness atau kewaspadaan kepada masyarakat, bahkan sampai ke rumah tangga. 
"Karena di rumah sekarang makin banyak yang pakai internet."


(ABE)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA