UNHCR: 350 Anak Rohingya Tanpa Orangtua Ditampung Indonesia

Fajar Nugraha    •    Rabu, 03 Jun 2015 14:57 WIB
rohingya
UNHCR: 350 Anak Rohingya Tanpa Orangtua Ditampung Indonesia
Pengungsi Rohingya yang diselamatkan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perwakilan UNHCR untuk Indonesia Thomas Vargas melaporkan adanya 350 anak-anak pengungsi Rohingya tanpa orangtua yang ditampung di Indonesia.

Menurut Vargas, keberadaan anak-anak ini sangat memprihatinkan. Bersama Pemerintah Indonesia, UNHCR pun berupaya untuk memastikan keamanan anak-anak itu.

"Untuk rohingya, dengan koordinasi bersama pemeritah dan organisasi kemanusiaan lainnya. UNCHR terus bekerja sama. Prioritas utama saat ini adalah anak-anak dan perempuan yang dalam kelompok pengungsi," ujar Vargas, saat ditemui dalam diskusi dengan wartawan di Gedung Sarana Jaya, Jakarta, Rabu (3/6/2015).

"Ada 350 anak-anak yang tidak bersama orangtua. Kami memisahkan mereka dari kelompok pengungsi lainnya, memastikan mereka aman, memastikan bisa mendapatkan bantuan. Sampai kami bisa menemukan pemecahan masalah, mereka tetap menjadi prioritas utama," lanjutnya.

Vargas sempat bertemu dengan salah satu pengungsi dan berbicara dengan seorang bocah.

"Ketika saya bertanya di mana orangtuanya, dia bilang hilang di kapal. Anda bisa bayangkan trauma dan stres psikologi yang dialaminya saat ini, ketika kami berupahya memecahkan permasalahan ini," imbuh Vargas.

Vargas menambahkan, UNHCR dan Asisten Menteri Luar Negeri AS Anne Richard memberikan apreasi kepada Indonesia yang memberikan bantuan dari level nasional hingga level daerah. Perhatian utama berada di masyarakat lokal, yang merespons dengan sangat cepat.

"(Upaya Indonesia) ini menunjukkan semangat kemanusiaan sangat tinggi, yang patut menjadi contoh," tegasnya.

Setelah adanya kebutuhan yang diperlukan sudah diatasi. UNHCR sudah mencatat seluruh pengungsi etnis Rohingya yang berada di sini. Mereka sudah ditempatkan di sekitar lima wilayah di Sumut dan Aceh. Tercatat ada sekitar 1.000 pengungsi Rohinya di Indonesia. Sementara 800 lainnya adalah warga Bangladesh, yang ingin kembali pulang.


(FJR)