Pengamat: Indonesia Terjebak Perang Politik

- 20 Februari 2013 15:43 wib
<p>MI</p>

MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak boleh terjebak dalam tahun politik.

"Istilah tahun politik jadi peraduan Istana dan ini jadi sinyal tidak bagus. Makanya tidak heran jika salah satu ketua umum partai yang terjebak kasus, maka tidak menutup kemungkinan adanya konspirasi,"kata Irman dalam diskusi "Menakar Peran DPD" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/2).

Sinyal Istana bahwa 2013 sebagai tahun politik bisa berbahaya bagi ketatanegaraan. Paling rugi adalah warga negara.

"Nah inilah implikasi buruk dari istilah tahun politik. Yang paling rugi adalah kita sebagai warga negara, karena istitusi negara akan sibuk dengan perang politik," kata Irman.

Irman berpendapat mesti ada aturan berupa surat pemberitahuan kepada MPR jika Presiden SBY memilih bergumul dengan Partai Demokrat. Sebab berdasarkan konstitusi ketatanegaraan, Presiden tidak boleh terjebak dalam peperangan tahun politik.

Pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens menilai, 2013 adalah tahun politisasi. Pasalnya, Indonesia ibarat pasar malam yang ngawur dan ramai.

"Segala atribut hilang. Maka kalau saya bilang Presiden bukan kepala negawaran, SBY itu pembina partai. Menanggapi Anas Ubaningrum saja dia mempertaruhkan kewibaannya sebagai Presiden,"jelas Boni.

Boni melihat, SBY sampai kapanpun tidak bisa menghadapi Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Yang ada SBY akan malu dan kehilangan wibawa

"Apakah Demokrat bisa kuasai panggung, bukan karena SBY turun tangan. Tapi ketika SBY bisa pilah orang benar dan tidak,"ujar Boni.

Tahun politisasi ini, tambah Boni, bisa menjebak siapapun. Konspirasi selalu menjadi tameng.

"Negara ini kembali negara pasar malam, tak bisa deteksi mana orang bener dan mana penjahat, semua ada di situ. Itu, terima kasih." tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida mengatakan istilah tahun politik datang dari DPR. Negara mempersiapkan pertarungan politik di 2013-2014. "Yang meresahkan dalam memasuki pertarungan politik yaitu mereka yang tidak percaya diri dengan posisinya. Saya kira seperti itu. Sekali lagi perlu dibuka perilaku elit bangsa ini,"tandasnya. (Andhini/Uut)

()

Anggota Komisi IX DPR TI dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka. -- MI/Susanto

PDIP Buat Gebrakan dalam Waktu Dekat

24 April 2014 12:24 wib

GEBRAKAN ini menyangkut nama yang akan disandingkan dalam Pilpres 2014 bersama Joko Widodo.