Menhan: Pemilihan Calon Panglima TNI Tak Gunakan Sistem Rotasi

Al Abrar    •    Rabu, 03 Jun 2015 19:00 WIB
panglima tni
Menhan: Pemilihan Calon Panglima TNI Tak Gunakan Sistem Rotasi
Menteri Pertahanan Rymizard Ryacudu--MI/M. Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Panglima TNI Moeldoko bakal memasuki masa pensiun pada Agustus 2015. Menteri Pertahanan Rymizard Ryacudu memastikan pemilihan komandan TNI tersebut berdasarkan pertimbangan Presiden Joko Widodo.

"Itu tergantung presiden," kata Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2016).

Terkait rotasi angkatan, purnawirawan bintang empat Angkatan Darat ini memastikan tidak berlaku. Sebab lanjut Ryamizard, tak ada undang-undang yang mengatur di mana panglima TNI dijabat secara bergantian oleh kepala staf angkatan. "Tidak ada undang-undangnya (jabat panglima TNI) giliran," tegasnya.

Sementara terkait siapa yang layak mendapuk bintang lima tersebut, Ryamizard tak mau berkomentar, sebagai prajurit TNI, dia hanya meminta sosok panglima memiliki perhatian kepada prajurit dan pandai. "Yang penting itu pandai merasa, bukan merasa pandai," tukas Rymizard.

Sebelumnya Moeldoko mulai menjabat sebagai Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013, menggantikan Laksamana Agus Suhartono. Presiden Jokowi harus memasukkan nama calon Panglima TNI sebelum Bulan Juni 2015.


(YDH)