Kurs Rupiah Lemah & Idul Fitri, Penyebab Harga Tiket Melonjak

Amaluddin    •    Kamis, 04 Jun 2015 10:01 WIB
transportasi
Kurs Rupiah Lemah & Idul Fitri, Penyebab Harga Tiket Melonjak
Ilustrasi -- FOTO: MI/RAMDANI

Metrotvnews.com, Surabaya: Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan jika kurs rupiah terhadap dolar masih melambat, maka biaya perawatan juga meningkat.

Otomatis kenaikan harga di sektor transportasi tidak bisa terhindarkan. Sehingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak bisa menekan kenaikan transportasi karena beberapa alasan. Di antaranya, setiap Idul fitri harga tiket transportasi agak naik karena biaya untuk bayar Tunjangan Hari Raya (THR) dan uang lembur para karyawan juga harus dipikirkan.

"Saudara-saudara kita yang lembur untuk operasi Idul Fitri (Lebaran) juga harus diperhatikan. Misalnya, petugas di terminal, supir bus, sampai masinis KA, awak kapal yan melayani Idul Fitri biasanya bekerja lembur, maka mereka dibayar lembur," kata dia, usai menghadiri pembukaan Konferensi Akuntansi Internasional Airlangga 2015, di Hotel Bumi Surabaya, Jawa timur, Rabu, 3 Juni 2015.

Jonan mengaku sudah melakukan sidak di beberapa bandara untuk memastikan kesiapan lonjakan lebaran 2015. Sidak yang dilakukan di bandara Cengkareng untuk Maskapai Lion Air dan Sriwijaya Air. Dalam sidak itu, dilakukan untuk mengevaluasi ketertiban.

"Misalnya di ruangan-ruangan yang menghadap Airside mestinya enggak boleh merokok. Kalau merokok mestinya dilarang dan peralatan-peralatan tentang keselamatan pencegahan kebakaran harus bersertifikasi. Kita akan ingatkan terus," kata mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut.

Kendati demikian, kata Jonan, melemahnya kurs rupiah terhadap dolar yang masih melambat sehingga biaya maintenance juga meningkat itu didapat dari hasil survei Badan Pusat Statistik yang menyebutkan sector transportasi menjadi penyokong tertinggi dalam inflasi terutama di Jawa Timur.

"Jadi selama kurs rupiah terhadap USD masih sekitar Rp13 ribu per USD, dan melambat, ini tentunya biaya maintanance atau perawatan sektor transportasi akan meningkat juga. Tentunya ini juga meningkatkan harga tiket dan sebagainya," jelasnya.

Jonan menjelaskan, dalam transportasi, filosofi yang utama adalah mengedepankan keselamatan konsumen. Sehingga, semua persyaratan tersebut harus dilakukan sebaik-baiknya. Untuk menghadirkan pelayan baik, maka kenaikan harga tiket sudah menjadi keniscayaan.

"Tugas kami adalah mengimbau dan mengatur bagaimana harga tiket ada perubahan. Kalau minta ditekan untuk tidak naik lagi yang tidak bisa," pungkasnya.


(AHL)