Ahok Siap Ambil Alih Operator TransJakarta

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 04 Jun 2015 10:52 WIB
transjakarta
Ahok Siap Ambil Alih Operator TransJakarta
Mekanik memperbaiki bus gandeng Transjakarta asal China yang mogok di Koridor I di kawasan Thamrin. (Foto:MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mengambil alih dan memutus kontrak operator TransJakarta yang bermasalah. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama berambisi membeli 1000 bus untuk mengganti bus yang selama ini dioperasikan operator.
 
"Uang kita banyak, operator jangan betingkah. Kalau Kopami-Kopaja Rp 500 juta saya bisa beli 1.000 unit. Rp 1 triliun itu kecil. UPS saja Rp 1,2 triliun. Jangan suka ancam DKI. Kalau Anda ngancam, kamin kita makan bisnis Anda," tegas Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2015).
 
Ahok menegaskan, pihaknya akan memberi sanksi kepada operator yang terbukti menggunakan bus atau sopir yang tidak memenuhi standar. "Pasti ada sanksi, kami akan potong subsidinya. Ada dendanya," ujarnya.
 
Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas dengan memutus kontrak operator bus TransJakarta yang sering mengulangi kesalahan, seperti bus terbakar, menunggak atau mengaji karyawan di bawah standar.
 
"Kalau mereka (operator) seperti itu lagi, kami tidak mau pakai lagi. Ini saya sudah sampaikan kepada mereka," ucapnya.
 
Ahok menjelaskan, PT Transjakarta akan menyepakati kontrak baru bersama operator baru yang bersedia menggaji sopir tiga kali UMP atau sekitar Rp 8,1 juta per bulan.
 
Ia mengungkapkan, operator TransJakarta Koridor V (PGC-Ancol) dan Koridor VII (PGC-Harmoni) PT Jakarta Mega Trans (JMT) terikat kontrak lama. Mereka berani menyatakan tak sanggup bayar gaji hingga 3,5 kali UMP.
 
Dalam kontrak lama tidak ada pasal yang menyebutkan PT Transjakarta akan mengambil alih jika operator TransJakarta mogok beroperasi. Selain itu tidak ada pasal yang mengatur gaji sopir TransJakarta Rp 5 juta-Rp 8 juta tiap bulan.
 
Seperti diketahui, sopir TransJakarta yang berada di bawah naungan PT JMT kembali melakukan aksi mogok operasi di pul Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Sebab, tuntutan mereka terkait peningkatan kesejahteraan dan kenaikan gaji belum dipenuhi oleh jajaran direksi.
 


(FZN)