Tak Benahi Lingkungan Laksana Bom Waktu

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 04 Jun 2015 11:04 WIB
lingkungan
Tak Benahi Lingkungan Laksana Bom Waktu
Vhairman The Latofi School of CSR, La Tofi, saat membuka acara Indonesia Green Awards 2015. FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti

Metrotvnews.com, Jakarta: Tuntutan kebutuhan hidup dinilai menjadi pangkal kutukan kerusakan lingkungan. Kendati sumber daya alam melimpah, jika tidak dijaga maka akan menjadi sia-sia.

"Apabila tidak ada upaya signifikan dari para pemangku kepentingan untuk memeliharanya, hal ini laksana bom waktu," kata Chairman The Latofi School of CSR, La Tofi, saat membuka acara Indonesia Green Awards 2015, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Menurutnya, pada saat kekayaan alam akan terkuras habis, maka tidak akan ada lagi yang tersisa. Ini bisa menjadi bencana bagi anak cucu di generasi mendatang. Oleh karena itu, lanjut dia, semua pihak harus bersama-sama berjuang membangun inisiatif-inisiatif lingkungan demi mempertahankan keberlanjutan bangsa.

Berangkat dari sini, La Tofi menggelar The La Tofi School of CSR Indonesia Green Awards ke-6. Event ini ditujukan untuk perusahaan dan perorangan yang berinisiatif untuk gerakan hijau untuk lingkungan dan keberlanjutan bangsa. Beberapa kategori yang ada dalam Indonesia Green Awards 2015 di antaranya:
1. Penyelamatan Sumber Daya Air.
2. Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan.
3. Pengembangan Keanekaragaman Hayati.
4. Pelopor Pencegahan Polusi.
5. Pengembangan Pengolahan Sampah Terpadu.
6. Penginspirasi Komunitas.
7. Green Province.
8. Green City.

Adapun dari total peserta yang mendaftar pada delapan kategori tersebut, yang dinyatakan layak menerima apresiasi sebagai peserta predikat terbaik yaitu PT Bio Farma (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Kaltim, dan PT Toyota Astra Motor.


(AHL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

19 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA