Kronologi Kematian Azwar, Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di JIS

Damar Iradat    •    Kamis, 04 Jun 2015 12:25 WIB
kekerasan seksual anak
Kronologi Kematian Azwar, Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di JIS
Tiga dari lima terpidana kasus pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS). (Foto: MI/Panca)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kematian Azwar, salah satu tersangka kasus kekerasan seksual di JIS, dianggap janggal. Kuasa hukum Azwar, Saut Irianto Rajagukguk, tak percaya kliennya bunuh diri.
 
Azwar beserta lima cleaning service dari PT ISS sempat diperiksa dan ditahan di Polda Metro Jaya atas dugaan melakukan kekerasan seksual MAK, siswa TK JIS. Pemeriksaan terhadap keenam tersangka diduga dibumbui kekerasan. Ujungnya para tersangka terpaksa mengakui perbuatan yang menurut mereka tidak mereka lakukan.
 
Berikut kronologi kekerasan yang dialami Azwar, menurut tim kuasa hukum:
 
Pada 26 April 2014, Azwar ditangkap dan ditahan penyidik Polda Metro Jaya. Agar mengakui perbuatannya, penyidik diduga melakukan penyiksaan kepada enam tersangka, termasuk Azwar.
 
Pertama, Azwar mendapat pukulan pada bagian wajah dan kepala. Tak cukup sampai di situ, Azwar juga dicambuk menggunakan selang air ke bagian perut dan punggung.
 
Penyidik kemudian mengoleskan kemaluan Azwar dengan balsem. Selain itu, kemaluannya juga dijepit menggunakan jepitan kertas.
 
Setelah itu, Azwar diseret ke kamar mandi dan pada saat keluar sudah dalam keadaan menggigil, basah kuyup, dan babak belur. Azwar juga sempat ditodong dengan senjata api di hadapan rekan-rekannya oleh salah seorang penyidik.
 
Kemudian, mata Azwar juga diplester menggunakan lakban hitam dan kembali dipukuli oleh penyidik. Tepat pukul 12.30, Azwar minta izin ke toilet dan ditemani oleh salah seorang penyidik. Tak berapa lama, terdengar seperti orang terjatuh. Sejak saat itu Azwar tak pernah kembali ke sel.
 
Pada pukul 16.00, saat kelima tersangka lain tengah di-BAP oleh penyidik, ada seseorang dari rumah sakit yang mengabarkan bahwa kondisi Azwar sekarat. Namun, jawaban seorang penyidik terkesan tidak peduli. "Mau diapain aja terserah, mampus juga biarin!" Pada saat itu diketahui bahwa Azwar tengah berada di rumah sakit karena dikatakan meminum cairan pembersih.
 
Akhirnya, pada pukul 18.30, seorang penyidik mengabarkan kepada lima tersangka lain jika Azwar meninggal.  Penyidik juga memperingatkan kelima tersangka lain agar mengakui perbuatan tersebut kalau tak ingin bernasib seperti Azwar.


(FZN)