RSUD Tarakan Akui Kewalahan Tangani Pasien KJS

- 21 Februari 2013 17:47 wib
<p>MI/Angga Yuniar/ip</p>

MI/Angga Yuniar/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta, mengakui kewalahan menangani pasien. Terutama sejak program Gubernur DKI Joko Widodo, Kartu Jakarta Sehat, diberlakukan sekitar tiga bulan lalu. Hal itu diakui oleh Kepala Bidang Pelayanan RSUD Tarakan, Jakarta, Theryoto, di Jakarta, Kamis (21/2).

Theryoto mengatakan, lonjakan pasien pengguna Kartu Jakarta Sehat terjadi karena sosialisasi yang kurang. "Kurangnya sosialisasi program Jakarta Sehat mengakibatkan banyak pasien tidak tertangani," kata Theryoto.

Theryoto mengatakan, sebelum ada program itu jumlah pasien yang ditangani sekitar 70 hingga 80 persen dari jumlah yang datang. Setelah ada program Kartu Jakarta Sehat tiga bulan ini, jumlah pasien yang ditangani bisa mencapai 100 persen, bahkan lebih. Akibatnya, petugas medis harus menambah jam kerja untuk melayani pasien.

"Dulu pelayanan rawat jalan sudah selesai sekitar jam 12 siang. Sekarang untuk melayani pasien Kartu Jakarta Sehat bisa sampai jam 3 atau jam 4 sore," jelas Theryoto.

Theryoto menjelaskan pelayanan kesehatan dilakukan melalui tahapan primer, sekunder, dan tersier. Pasien bisa berobat ke puskesmas (primer) di lokasi terdekat. Selanjutnya, puskesmas bisa memberi rujukan ke rumah sakit sekunder apabila fasilitas tidak memadai untuk penyakit berat. RSUD Tarakan merupakan rumah sakit sekunder atau tipe B.

Theryoto menjelaskan, dalam kasus penyakit tertentu yang tidak bisa ditangani, pihak rumah sakit bisa merujuk pasien ke rumah sekunder lainnya atau ke rumah sakit tersier. "Rumah sakit tersier itu RSCM, Harapan Kita, dan Fatmawati," jelas Theryoto.

Theryoto menjelaskan, penanganan pasien Kartu Jakarta Sehat dilakukan melalui dua tahap. Pertama, pasien yang akan berobat menunjukkan KTP dan ditangani di Instalasi Gawat Darurat. Setelah kondisi stabil, pihak rumah sakit akan menentukan perlu tidaknya rawat inap.

"Cukup menjukkan KTP DKI, semua akan ditangani, termasuk uji laboratorium dan rontgen," kata Theryoto.

Tahap kedua, jelas Theryoto, instalasi rawat jalan. Pasien tidak gawat darurat pengguna Kartu Jakarta Sehat yang mendapat rujukan dari puskesmas bisa langsung ditangani. Ia meminta semua pihak memahami prosedur pelayanan pasien Kartu Jakarta Sehat ini. Agar semua pasien bisa ditangani pihak rumah sakit.(Timi Trieskadara/Dor)

()

PERISTIWA
DAERAH

Presiden Pilihan Kita Bersama Najwa Shihab (15)

10 Juli 2014 01:08 wib

Presiden Pilihan Kita, Rabu (09/07/2014): Hadir bersama Najwa Shihab yaitu ketua umum PKPI, Sutiyoso. Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella. dan Ketua DPP PKB, Marwan Jafar.