Kasus TPPI

Anggito Abimanyu Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Kondensat

Githa Farahdina    •    Kamis, 04 Jun 2015 14:12 WIB
korupsi migas
Anggito Abimanyu Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Kondensat
Anggito Abimanyu----Ant/Fanny Oktavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu terlihat keluar dari Bareskrim Polri, Kamis (4/6/2015). Anggito ternyata diperiksa terkait kasusdugaan korupsi penjualan kondensat yang dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

"Iya, benar (mendatangi Bareskrim). Sama teman-teman Depkeu (sekarang Kemenkeu) juga kok, menyampaikan informasi soal kondensat," kata Anggito kepada Metrotvnews.com, Kamis (4/6/2015).

Anggito yang mengaku diperiksa selama satu jam ini menginformasikan dirinya datang bersama orang-orang Kementerian Keuangan lainnya. "Banyak, dari anggaran, dari bantuan hukum, banyak, termasuk ada Dirjen Anggaran," tambah Anggito.

Pemeriksaan Anggito diduga lantaran penyidik sebelumnya menemukan surat dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang jadi dasar Raden Priyono selaku Ketua SKK Migas menunjuk PT TPPI dalam penjualan kondensat. Anggito selaku Kepala Kebijakan Fiskal dan saat itu digadang menjadi calon wakil SMI di Kementerian Keuangan dinilai mengetahui proses penerbitan surat.

Padahal, kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Victor Edi Simanjuntak, SKK seharusnya melakukan lelang terbatas terlebih dahulu sebelum menunjuk langsung. Dalam penunjukan langsung itu, imbuh Victor, kontraktor harus menyertakan jaminan yang lebih besar dari nilai pekerjaan yang dilakukan.

Tapi, yang terjadi tanpa jaminan dan belum lelang terbatas sudah dilakukan penunjukan. Hal lain yang ingin ditanyakan adalah terjadinya lifting sejak Mei 2009. Padahal, penunjukan itu telah dilakukan sejak April 2010. Namun pada Mei itu sudah dilakukan lifting lebih dari 10 kali.


(TII)