Kasus Korupsi Pejabat FIFA

Ini Sosok yang Membeberkan Adanya Kasus Suap dan Korupsi di FIFA

Hilman Haris    •    Kamis, 04 Jun 2015 14:28 WIB
fifa
Ini Sosok yang Membeberkan Adanya Kasus Suap dan Korupsi di FIFA
Chuck Blazer ungkap borok di tubuh FIFA (STEPHEN DUNN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Metrotvnews.com, New York: Chuck Blazer selaku mantan pejabat Konfederasi Sepak bola Amerika Tengah (Concacaf) merupakan sosok kunci atas terbongkarnya kasus korupsi dan skandal suap di Federasi Sepak bola Internasional (FIFA) beberapa waktu lalu. Sosok pria berusia 70 tahun itu berbicara kepada pihak kepolisian bahwa telah terjadi kasus suap dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia 1998 dan 2010.

"Saya pernah menjabat sebagai sekjen Concacaf mulai 1990 hingga Desember 2011 dan bertanggung jawab untuk, di antaranya, berpartisipasi dalam negosiasi sponsor dan hak siar media," ujar Blazer yang juga pernah menjadi anggota komite eksekutif (exco) FIFA. 

"Ketika itu, pengurus sepakat akan melakukan setidaknya dua aksi pemerasan. Di antaranya, saya setuju dengan pengurus lain pada kisaran 1992 untuk memfasilitasi penerimaan suap dalam rangka pemilihan tuan rumah Piala Dunia 1998," bebernya.

"Mulai kisaran 1993 dan berlanjut hingga awal 2000-an, saya dan pengurus lain setuju menerima suap dan imbalan dalam rangka hak siar untuk Piala Emas 1996, 1998, 2000, 2002, dan 2003. Dimulai pada 2004 dan berlanjut  hingga 2011, saya dan anggota exco FIFA lain setuju menerima suap dalam rangka pemilihan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Di antara hal lain, tindakan saya tersebut memiliki peserta dan hasil."

"Di antara April 2004 dan Mei 2011, saya dan pengurus lain sepakat untuk berpartisipasi dalam sebuah skema penggelapan uang dengan mengambil suap yang dirahasiakan. Saya dan pengurus lain setuju menggunakan e-mail, telepon, dan transfer ke dalam dan luar Amerika Serikat dalam melakukannya. Aliran dana dalam pembayaran ini dilakukan melalui Bandara JFK dalam bentuk cek."

Ucapan Blazer akhirnya menjadi acuan bagi Kepolisian Federal Amerika Serikat (FBI) untuk menciduk anggota-anggota FIFA yang diduga terlibat kasus suap dan korupsi. Sejauh ini ada 14 anggota FIFA yang sedang diselidiki Departemen Kehakiman Amerika Serikat atas kasus tersebut. Blazer akhirnya memberanikan diri menyampaikan seluruh pernyataan itu kepada publik ketika Sepp Blatter memutuskan untuk mengundurkan diri Presiden FIFA, Rabu 3 Juni. (Goal)


(HIL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA