Tanggulangi Ancaman Siber, Pemerintah Tingkatkan Kerjasama Antar Sektor

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 04 Jun 2015 16:03 WIB
security
Tanggulangi Ancaman Siber, Pemerintah Tingkatkan Kerjasama Antar Sektor
Menkominfo Rudiantara saat memberikan sambutan di acara Simposium Nasional Cybersecurity 2015

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia memang memiliki perlengkapan dan tenaga IT yang telah cukup mumpuni, tetapi perlu diingat bahwa lingkupan siber Indonesia juga sangat luas. Hal tersebutlah yang membuat pemerintah harus meningkatkan keamanan siber di Indonesia.

Langkah yang akan ditempuh oleh pemerintah adalah dengan cara meningkatkan kerja sama proses bisnis dari berbagai sektor. Hal tersebut diungkapkan oleh Menkominfo Rudiantara dalam sambutannya di acara Simposium Nasional Cybersecurity 2015 yang berlangsung pada hari ini, Kamis (4/6/2015), di Jakarta.

"Kita tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus meningkatkan kerja sama proses bisnis dari berbagai sektor, apakah itu sektor pemerintah, sektor swasta, maupun organisasi bukan pemerintah," ujar Rudiantara.

Menurut Rudiantara, saat ini ancaman keamanan siber adalah hal yang perlu diperhatikan secara serius. Ia mengatakan bahwa resiko keamanan siber di berbagai sektor, mulai dari perbankan, telekomunikasi, hingga pertambangan dan perminyakan masih sangat tinggi. Ia juga mengungkapkan bahwa resiko tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di Asia Tenggara, dan isu tersebut akan dibahas pada rapat menteri ASEAN bulan November mendatang di Vietnam.

Perihal pembentukan Badan Cyber Nasional, Rudiantara mengatakan bahwa pihaknya masih mengkaji lebih lanjut mengenai pembentukan badan tersebut. Menurut Rudiantara, yang terpenting saat ini adalah adanya usaha dari berbagai pihak, baik itu pemerintah, swasta, dan lain-lain untuk duduk bersama dan menjawab permasalahan keamanan siber di Indonesia. 

"Tujuan acara Simposium Nasional Cyber Security ini nantinya adalah mewujudkan langkah yang terkoordinasi dan terholistik dalam menangani masalah keamanan siber di Indonesia," tegas Rudiantara.


(ABE)