"Jika Saya Rohingya, Saya Ingin Dilindungi Pemerintah"

Willy Haryono    •    Kamis, 04 Jun 2015 16:20 WIB
rohingya
Presiden AS Barack Obama saat menjamu sejumlah pemuda asal Asia Tenggara di Gedung Putih, Washington, 1 Juni 2015. AFP / SAUL LOEB

Metrotvnews.com, Washington: Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengomentari nasib kaum etnis Rohingya di Myanmar, yang selama ini mendapat perlakukan berbeda dari masyarakat maupun pemerintah. 

"Rohingya telah mendapat diskriminasi secara signifikan, dan itulah salah satu alasan mengapa mereka melarikan diri," tutur Obama dalam sebuah acara dengan sejumlah pemuda dari Asia Tenggara di Washington, AS, belum lama ini. 

Saat ditanya mengenai apa yang dibutuhkan agar Myanmar dapat sukses menjalani transisi dari junta militer ke demokrasi, Obama menjawab: "Salah satu hal penting adalah mengakhiri diskriminasi terhadap rakyat berdasarkan penampilan maupun agama apa yang dianut."

"Saya rasa jika seandainya Saya Rohingya, Saya ingin tinggal di tempat saya dilahirkan. Tapi Saya ingin memastikan pemerintah melindungi Saya dan masyarakat juga memperlakukan Saya dengan adil," sambung dia, seperti dikutip timesofindia.com.

Menurut Obama, diakhirinya demokrasi merupakan salah satu kunci dalam memuluskan proses transisi demokrasi Myanmar. "Pemerintah harus secara serius menangani masalah perlakuan terhadap Rohingya," kata Obama. 

Selama ini Myanmar tidak mengakui Rohingya sebagai etnis minoritas terpisah di negaranya. Pemerintah justru melabeli mereka sebagai "Bengalis," yang disebut sebagai imigran gelap dari Bangladesh. 

Ribuan Rohingya telah melarikan diri dengan melakukan perjalanan berbahaya mengarungi laut. Saat ini banyak Rohingya yang mengungsi di Malaysia, Indonesia, dan juga Thailand. 



(WIL)