Penegak Hukum Diminta Perhatikan Aset Tanah Tersangka

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 04 Jun 2015 16:34 WIB
pertanahan
Penegak Hukum Diminta Perhatikan Aset Tanah Tersangka
Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan -- MTVN/Yogi

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan menyarankan penegak hukum memerhatikan aset tanah milik seorang tersangka. Khususnya, bila mereka sedang mengendus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan tersangka.

"Kami sampaikan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Kejaksaan dan Dirjen Pajak. Jangan terperdaya lihat kekayaan seseorang cuma dari tabungan dan deposito. Tapi juga perhatikan tanahnya," kata Ferry di Kementerian ATR, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2015).

Ferry mencontohkan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron yang jadi pesakitan di KPK. Lembaga antikorupsi diketahui sudah menyita puluhan aset tanah dan bangunan milik Fuad Amin. Tanah milik Fuad, rupanya, tersebar di banyak wilayah, seperti Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tempat asalnya.

"Fuad Amin, kami sampaikan di mana saja dia punya tanah. Ternyata di Jawa, Yogyakarta, Pluit (Jakarta), dan Sunter (Jakarta)," kata politikus Partai NasDem tersebut.

Terkait kasus Fuad Amin, KPK sudah menyita total aset yang disita antara Januari dan Februari 2015 sebesar Rp250 miliar serta 14 rumah dan apartemen. Aset ini diduga dari hasil pencucian uang yang dilakukan kader Partai Gerindra ini.

Selain uang dan rumah Fuad, KPK juga menyita 70 bidang tanah dan bangunan, termasuk butik milik istrinya dan kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Bangkalan. Sebanyak 19 mobil milik Fuad pun tak luput dari penyitaan. Sejumlah aset Fuad yang disita KPK tersebar di Jakarta, Bangkalan, Surabaya, dan Bali.

"Ada juga satu kondominium dengan 50-60 kamar di Bali," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Sabtu 21 Februari lalu.

Dalam kasus pencucian uang, Fuad disangkakan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 KUH Pidana.

Penelusuran kasus ini bermula sejak penetapan Fuad sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli gas alam di Bangkalan, Jawa Timur. KPK menangkap Fuad pada Selasa 2 Desember dini hari di rumahnya di Bangkalan.

Saat ini, KPK juga menyita tiga koper besar berisi uang lebih dari Rp 3 miliar yang diduga suap dari PT Media Karya Sentosa (MKS). Perusahaan itu bermitra dengan PD Sumber Daya dalam menyalurkan gas hasil pembelian dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore untuk pembangkit listrik tenaga gas di Gili Timur Bangkalan dan Gresik.
 


(TII)

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

3 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam sudah memeriksa ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pah…

BERITA LAINNYA