Janji Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM Berat Belum Terbukti

Damar Iradat    •    Kamis, 04 Jun 2015 17:00 WIB
pelanggaran ham
Janji Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM Berat Belum Terbukti
Unjukrasa tuntut penuntasan kasus HAM. Foto: Fanny Octavianus/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Janji Presiden Joko Widodo untuk menuntaskan kasus pelanggaran Hal Asasi Manusia (HAM) berat masa lalu belum terbukti. Hingga kini, belum ada tanda-tanda pemerintahan Jokowi serius menangani kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

"Masih belum sesuai antara perkataan dan perbuaan sekarang. Buktinya sekarang belum nampak. Tim gabungan yang dibentuk malah mau rekonsiliasi kasus. Ini kan melanggengkan impunitas," tegas Fery Kusuma, Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) kepada Metrotvnews.com, Kamis (4/6/2015) di kantor KontraS, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat.

"Yang harus dilakukan adalah penegakan kebenaran, hak mendapatkan keadilan, dan hak perbaikan hidup bagi korban. Kemudian setelah tiga komponen dilakukan baru bisa terwujud," lanjut dia.

Kamis dua pekan lalu, Jaksa Agung HM Prasetyo dan Menteri Kordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdjianto menawarkan penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu melalui cara rekonsiliasi. Hal ini yang jadi kendala untuk merealisasi janji-janji Jokowi.

"Kemandekannya sebetulnya ada di kejaksaan agung. Tugas kejaksaan menindak lanjuti ke tahap penyelidikan. Sampai saat ini belum ada tindak lanjut sama sekali dari kejagung," ucapnya.

Presiden sediri juga tidak pernah kasih instruksi untuk tindak lanjuti. Selain itu, presiden juga tidak mengeluarkan Keputusan Presiden untuk membuat pengadilan HAM ad hoc," beber Fery.

Fery pun meminta Jokowi berkaca dari pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pada masa kepemimpinan Gus Dur, beliau langsung buat keputusan ad hoc.

Pada awal pemerintahan Jokowi-JK disepakati ada enam kasus pelanggaran HAM berat yang akan diselesaikan. Enam kasus tersebut adalah; kasus Talangsari, Wamena-Wasior, penghilangan orang secara paksa, penembakan misterius, G30SPKI, dan kerusuhan Mei 1998


(KRI)

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

9 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam sudah memeriksa ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pah…

BERITA LAINNYA