Satpam pun Nangis Lihat Bocah Hafidz Tewas Ditabrak Patwal

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 04 Jun 2015 18:54 WIB
bocah tewas ditabrak patwal
<i>Satpam pun Nangis Lihat Bocah Hafidz Tewas Ditabrak Patwal</i>
Tempat kejadian perkara bocah Hafidz ditabrak patwal di Cirebon, Metrotvnews.com/ Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Raungan sirine polisi patroli dan pengawalan (patwal) masih terngiang di benak Nadya Jannah Aflaha, 18. Betapa tidak, sirine yang meraung pada 31 Mei 2015 itu mengingatkan tragedi sepeda motor patwal yang menabrak adiknya, Hafidz, 7, hingga tewas.

Saat itu, kondisi lalu lintas di Jalan Tuparev, Cirebon, Jawa Barat, padat kendaraan. Sirine pun berbunyi dari arah berlawanan dari posisi kendaraan Nadya. Para pengendara pun memberikan jalan pada patwal.

Satu di antaranya sepeda motor yang dikendarai Hanifah, ibunda Nadya. Hanifah membonceng Hafidz dan sepupunya, Taufik Eriawan.

"Tapi tetap saja ditabrak sama Patwal. Posisi saya pas di belakang Mama, jadi tahu jelas kejadiannya," ungkap Nadya kepada Metrotvnews.com via telepon, Kamis (4/6/2015).

Setelah menabrak, kata Nadya, polisi yang mengendarai sepeda motor patwal itu tak peduli. Padahal, ibu, adik, dan sepupunya jatuh ke aspal. Bahkan, adiknya luka parah.

"Dia (patwal) terusin aja perjalanannya, nggak berhenti," jelas Nadya

Keterangan Nadya itu serupa dengan kesaksian seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya. Pedagang berinisial A itu mengaku berada di lokasi kejadian.

Saat itu, A tak tega melihat kondisi Hafidz. "Satpam yang tinggi besar saja sampai nangis," katanya.

A juga mengaku melihat sepeda motor patwal menerobos jalur padat dan masuk dari arah berlawanan. Saat itu, ungkapnya, Jalan Tuparev padat lalu lintas.

"Yang saya lihat dia ngawal mobil, terus ngebut, padahal jalanan lagi padat," ungkapnya.

Peristiwa itu terjadi empat hari lalu. Namun hingga berita ini dimuat, Nadya mengaku tak ada itikad baik polisi untuk mendatangi rumahnya.
 


(RRN)