Gubernur Jatim Minta Polda tak Tahan Komisioner Bawaslu

Amaluddin    •    Kamis, 04 Jun 2015 20:04 WIB
kasus korupsi
Gubernur Jatim Minta Polda tak Tahan Komisioner Bawaslu
Gubernur Jatim Soekarwo, Metrotvnews.com/ Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Sub Direktorat III Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur (Jatim) menetapkan tiga komisioner Bawaslu Jatim sebagai tersangka kasus penyelewengan dana hibah Pilgub 2013 . Gubernur Jatim Soekarwo pun meminta Polda tak menahan ketiganya.

Soekarwo mengaku melayangkan surat untuk mempertegas permintaannya itu ke Polda Jatim. Alasannya, tiga komisioner itu harus mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2015.    

"Terus terang saya membuat surat permohonan ke Kapolda Jatim untuk tidak menahan dulu tiga komisioner Bawaslu karena harus menyelesaikan pekerjaannya dulu," ujar pria yang biasa disapa Pakde Karwo, di Surabaya, Kamis (4/6/2015).

Adapun tiga komisioner itu yaitu Sufyanto (Ketua Bawaslu Jatim) serta dua komisioner, Sri Sugeng Pujiatmiko dan Andreas Pardede. Bila ditahan, Pakde Karwo memperkirakan pelaksanaan Pilkada terganggu.

Meski demikian, kata Pakde, pihaknya tetap tidak ingin ikut campur terhadap prosedural penyidik. Pakde mengaku sepenuhnya akan menyerahkan ke pihak berwajib.

"Sepenuhnya saya serahkan ke penyidik," kata Pakde.

Sebelumnya, Pakde mengaku pernah mengingatkan bahwa ada yang tidak beres di tubuh Bawaslu Jatim. Namun, kata Pakde, saran itu malah diindahkan.

"Sejak awal ada masalah dan lapor ke Polda Jatim. Setelah saya minta diselesaikan, tapi malah berlarut-larut dan diminta untuk mengembalikan, tapi tetap tak dikembalikan. Mestinya harus ada kontrol di dalam," tandasnya.


(RRN)