Bruce Willis Tampil di Film Perang Dunia Kedua Produksi Tiongkok

Adi Waluyo    •    Kamis, 04 Jun 2015 21:42 WIB
bruce willis
Bruce Willis Tampil di Film Perang Dunia Kedua Produksi Tiongkok
Foto: Bruce Willis / forafewmoviesmore.com

Metrotvnews.com, Beijing: Bruce Willis telah menandatangani kontrak untuk pembuatan film produksi Tiongkok beranggaran USD90 juta, tentang perang dunia kedua.

Film berjudul The Bombing ini disutradarai oleh Xiao Feng dan mengambil latar tahun 1943. Film ini mengangkat kisah penderitaan rakyat Chongqing saat mereka harus menghadapi serangan bom oleh tentara Jepang.

Bruce Willis berperan sebagai pilot pesawat tempur AS yang dengan suka rela membantu penduduk setempat belajar bagaimana menerbangkan pesawat sebagai pertahanan. Proses pengambilan gambar Bruce Willis sendiri hanya akan memakan waktu selama delapan hari.

"Kami memiliki kebudayaan kuno dengan sejarah yang panjang dan banyak cerita yang telah disampaikan secara turun-temurun, baik fiksi dan non-fiksi," jelas produser eksekutif film The Bombing, Yang Buting, kepada Variety. "Amerika memiliki sejarah yang relatif singkat tetapi Anda memiliki teknologi yang jauh lebih besar di film. Jadi kami mencoba untuk mengambil sejarah China dan memadukannya dengan teknologi modern Amerika untuk membuat film modern yang berkualitas tinggi."

Bagi warga Tiongkok, nama Bruce Willis tentu sudah tak asing lagi. Film aksinya GI Joe: Retaliation dan The Expendables 2 telah mendapat sambutan yang luas di Tiongkok. Ditambah lagi perannya sebagai John McClane dalam film Die Hard yang sukses mengantarkannya sebagai salah satu aktor Hollywood paling populer di dunia.

Urusan bermain dalam film produksi Tiongkok, Willis bukanlah aktor Hollywood yang pertama. Willis mengikuti jejak Christian Bale yang muncul di film arahan sutradara Zhang Yimou, The Flowers of War.

The Flowers of War menceritakan tentang pembantaian Nanking. Film yang dibuat dengan anggaran sebesar USD100 juta ini sebetulnya diharapkan oleh industri film Tiongkok untuk meraih Oscar dan mencetak box-office di Amerika. Namun harapan hanya tinggal harapan, selain gagal membawa pulang Oscar, The Flowers of War juga jatuh di pasar AS. Pada saat rilis, film ini hanya mengumpulkan USD311 ribu pada periode pertama.

Kawin silang antara aktor Hollywood dalam produksi film Tiongkok dipandang sebagai sebuah terobosan untuk mengatasi pembatasan kuota impor film asing, yang membatasi peredaran film-film Amerika di Tiongkok.

Tiongkok diperkirakan akan menjadi pasar bioskop terbesar di dunia pada tahun 2020. Sampai saat ini, hit box office terbesar di Tiongkok adalah sebuah film Amerika, yaitu Transformers: Age of Extinction garapan Michael Bay.

 


(AWP)