JK: Tentara Tak Usah Pergi ke Hiburan Malam

Dheri Agriesta    •    Jumat, 05 Jun 2015 00:10 WIB
tni
JK: Tentara Tak Usah Pergi ke Hiburan Malam
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU Serma Zulkifli meninggal dunia setelah dikeroyok 25 orang di sebuah tempat hiburan karaoke. Pelaku pengeroyokan diduga anggota Korps Pasukan Khusus (Kopassus).

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut hal ini beberapa kali terjadi di tempat hiburan malam. Prajurit, kata JK, seharusnya lebih disiplin agar perkelahian seperti ini tak terjadi berulang kali.

"Tentara harus disiplin, ada waktunya hiburan, tapi tak usah pergi hiburan yang ada bar-bar seperti itu, apalagi prajurit," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2015).

JK tak melarang prajurit untuk mendapatkan hiburan. Namun, hiburan yang diperoleh seharusnya hiburan yang positif. Bukan hiburan malam yang justru berpotensi menyulut emosi dan perkelahian.

"Hiburan penting, tapi artinya hiburan rekreasi yang baik, jangan berkelahi di situ," tandas orang nomor dua di republik ini.

Diketahui, Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta, Jawa Tengah, menetapkan lima tersangka terkait kasus pengeroyokan terhadap empat anggota TNI Angkatan Udara di Sukoharjo. Komandan Denpom IV/4 Surakarta Letnan Kolonel Corps Polisi Militer Witono mengatakan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka kasus pengeroyokan itu bertambah.

Kelima tersangka yakni Serda SU, Pratu HE, Pratu DE, Serda GS, dan Pratu LS. Kelima tersangka sedang diperiksa di markas Denpom IV/4 Surakarta.

"Bisa jadi tersangka akan bertambah dan bisa pula tidak. Semua dari lima orang tersebut menjadi pelaku (pengeroyokan)," kata Witono di markas Denpom IV/4 Surakarta, Rabu (3/6/2015).

Pengeroyokan yang terjadi di tempat karaoke Bima, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2015) dini hari. Pengeroyokan itu dilakukan oleh 25 orang terhadap empat anggota TNI AU.

Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal Doni Monardo mengakui beberapa anggotanya terlibat dalam pengeroyokan itu. Akibat dari pengeroyokan itu, seorang anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU Serma Zulkifli, 39, meninggal, Senin (1/6/2015), pukul 21.30 WIB.

Para tersangka terancam Pasal 170 KUHP juncto Pasal 351 Ayat (3) tentang Penganiayaan.


(ALB)

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

10 hours Ago

Penyitaan akan dilakukan jika mantan Ketua DPR RI itu tidak dapat mengembalikan uang ganti rugi…

BERITA LAINNYA