Ini yang Tentukan Status Anas Urbaningrum?

   •    Jumat, 22 Feb 2013 21:37 WIB
Ini yang Tentukan Status Anas Urbaningrum?

MI/Seno

Metrotvnews.com, Jakarta: Sengkarut status hukum Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berujung penetapan dia sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peningkatan status Anas dilakukan seusai pimpinan KPK menggelar ekspos kasus Hambalang, Jumat (21/2).

Juru bicara KPK Johan Budi mengungkapkan AU (Anas Urbaningrum ) sebagai tersangka terkait dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji pelaksanaan sport center Hambalang dan atau proyek lain.

Dugaan suap terhadap Anas terjadi ketika ia duduk sebagai anggota DPR periode 2009-2014. Pada 26 Juli 2010 ia mengundurkan diri saat hendak mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Demokrat. Anas diduga menerima sebuah Harrier dari Muhammad Nazaruddin pada 2009.

berdasarkan hasil penelusuran, pada 12 September 2009, Nazaruddin membelikan Anas mobil. Ia menerbitkan cek atas nama PT  Pacific Putra Metropolitan sebesar Rp520 juta. Cek itu bersumber dari rekening PT Pacific di Bank Mandiri Cabang Sabang,  Jakarta. Tiga hari kemudian, pada 15 September, cek itu diserahkan Neneng Sri Wahyuni, istri Nazar, kepada Yulianis, Direktur Keuangan Grup Permai.

Neneng juga meminta Yulianis merogoh Rp 150 juta dari brankas perusahaan. Oleh Yulianis, duit tunai plus cek itu diteruskan kepada Muhajiddin Nur Hasyim, adik Nazaruddin. Pada 17 September, cek itu dicairkan dan, bersama duit tunai Rp150 juta, ditransfer ke rekening pemilik sebuah dealer mobil di Pecenongan, Jakarta.

Selain Harrier, Anas juga ditengarai menerima Rp100 miliar dari PT Adhi Karya untuk biaya pemenangan dirinya pada Kongres Demokrat 2010 di Bandung. Duit diberilan melalui Machfud Suroso, teman dekat Anas sekaligus Direktur Utama PT Dutasari Citra Laras.

Oleh Machfud, uang itu diberikan kepada Yulianis, Wakil Direktur Keuangan Permai Grup. Kemudian, Yulianis membawa uang itu ke Kongres Demokrat.

Anas telah berkali-kali membantah tudingan dia terlibat kasus Hambalang, serta tebaran uang di Kongres Partai Demokrat. Terkait mobil Toyota Harrier, kubu Anas menyatakan mobil itu dibeli dengan cara mencicil. Sedangkan mengenai uang untuk Kongres Partai Demokrat, Anas juga pernah membantahnya. (Rudy Polycarpus/Agt)


Sidang Perdana Praperadilan Fredrich Yunadi Digelar 12 Februari

Sidang Perdana Praperadilan Fredrich Yunadi Digelar 12 Februari

43 minutes Ago

Pengadilan Jakarta Selatan sudah menetapkan jadwal sidang perdana praperadilan mantan kuasa huk…

BERITA LAINNYA