Sepak Bola SEA Games 2015

Yandi Sofyan: Semoga Kami Bisa Keluar dari Tekanan

Achmad Firdaus    •    Jumat, 05 Jun 2015 07:46 WIB
sea games 2015
Yandi Sofyan: Semoga Kami Bisa Keluar dari Tekanan
Striker Timnas U-23, Yandi Sofyan pada sesi latihan jelang menghadapi laga kedua Grup A di SEA Games, Kamis 4 Juni (Foto:

Metrotvnews.com, Singapura: Timnas U-23 Indonesia mengawali kiprahnya di ajang Sepak Bola SEA Games 2015 dengan hasil kurang bagus. Indonesia dipaksa menelan kekalahan di pertandingan pembuka.

Indonesia yang tampil sebagai finalis pada dua edisi terakhir SEA Games, dibuat terkejut ketika dipaksa takluk 2-4 oleh Myanmar pada laga perdana Grup A, 2 Juni lalu. Hasil ini membuat peluang Indonesia untuk mengulang sukses atau memperbaiki prestasi (jadi juara) semakin sulit. Pasalnya, kini pasukan Aji Santoso diwajibkan memenangi tiga laga tersisa untuk maju ke babak berikutnya.

Penyerang Indonesia, Yandi Sofyan masih optimistis dia dan rekan setimnya bakal lolos ke babak semifinal. Laga kontra Kamboja 6 Juni nanti akan dijadikan ajang untuk kembali ke jalur kemenangan.

"Pelatih menginstruksikan pemain untuk melupakan kekalahan kemarin. Untuk ke depannya, kita harus lebih fokus ke pertandingan," ujar Yandi saat ditemui usai latihan, Kamis 4 Juni 2015.

"Mudah-mudahan kita bisa keluar dari tekanan dan kembali ke jalur kemenangan. Masih ada tiga pertandingan di depan. Jadi, masih ada kesempatan untuk lolos," tandas striker Persib Bandung tersebut.

Selain menghadapi Kamboja pada 6 Juni mendatang, Indonesia akan berhadapan dengan Filipina (9/6) dan menghadapi tuan rumah, Singapura, 11 Juni 2015.

Indonesia untuk sementara berada di posisi empat klasemen sementara dengan nol poin. Indonesia masih kalah dari Singapura (3 poin), Kamboja (3 angka) dan Myanmar yang secara mengejutkan sukses menaklukkan tuan rumah 2-1. Myanmar untuk sementara memimpin klasemen sementara Grup A.


(PAT)

KPK Terima Surat Pemeriksaan Etik Fredrich dari Peradi

KPK Terima Surat Pemeriksaan Etik Fredrich dari Peradi

3 hours Ago

Peradi mengajukan surat pemeriksaan etik terhadap Fredrich ke KPK.

BERITA LAINNYA