Bareskrim Belum Akan `Sentuh` Dahlan Iskan Soal Kasus Sawah

Meilikhah    •    Jumat, 05 Jun 2015 14:55 WIB
dahlan iskan
Bareskrim Belum Akan `Sentuh` Dahlan Iskan Soal Kasus Sawah
Dahlan Iskan (duduk berkaca mata) menunggu salat Jumat (5/6/2015) di Kejati DKI.MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Bareskrim Polri belum punya rencana memanggil Dahlan Iskan, bekas Menteri BUMN, dalam kasus cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat. Pemeriksaan terhadap Dahlan tak bisa dipaksakan.

"Kalau sudah waktunya, (pasti) diperiksa. (Sekarang) Nggak bisa dipaksakan untuk diperiksa," kata Kabareskrim Komjen Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015).

Menurut Budi, pemeriksaan terhadap seseorang harus atas dasar yang kuat. Tidak bisa ujug-ujug, apalagi memanfaatkan momen karena dia kebetulan ada di Tanah Air.

"Pemeriksaan harus lewat hasil evaluasi penyidik, keterangan saksi, dan alat bukti," terang Budi.


Kabareskrim Komjen Budi Waseso.MI/Susanto

Sahdan pada 2012-2014, sejumlah BUMN, seperti Bank Negara Indonesia, PT Askes, Pertamina, Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Hutama Karya, Bank Rakyat Indonesia, dan Perusahaan Gas Negara (PGN), menggagas niat mulia: mencetak sawah baru di Ketapang. Proyek dianggarkan Rp317 miliar.

Mereka lalu menyerahkan pengerjaan proyek kepada PT Sang Hyang Seri. PT Sang Hyang kemudian melempar lagi pengerjaan proyek kepada PT Hutama Karya, PT Indra Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Yodya Karya.



Tapi, proyek rupanya hanya di atas kertas. Faktanya, sampai berita ini disusun, tak pernah ada sawah baru yang dicetak Kementerian BUMN di Ketapang. Proyek diduga fiktif.

Dahlan Iskan diyakini banyak tahu soal itu. Persoalannya, sejak pensiun dari jabatan Menteri BUMN, Dahlan menetap di Amerika Serikat.

Baru kemarin Dahlan pulang kampung. Dahlan memenuhi panggilan Kejati DKI Jakarta untuk diperiksa, tapi bukan dalam kasus cetak sawah, melainkan untuk perkara pembangunan gardu induk PLN di wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara senilai Rp1,1 triliun.  

Entah kapan Dahlan akan diperiksa dalam kasus cetak sawah...? Budi menjawab: "Bareskrim belum sampai pada kesimpulan apakah Dahlan bertanggung jawab dalam proyek fiktif itu."


(ICH)