Jadi Tersangka Kasus Gardu Listrik, Dahlan Belum Ditahan

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 05 Jun 2015 16:30 WIB
dahlan iskankasus korupsi
Jadi Tersangka Kasus Gardu Listrik, Dahlan Belum Ditahan
Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan--Metrotvnews.com/Yogi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta resmi menetapkan mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan menjadi tersangka. Namun mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) ini tidak akan ditahan.

"Untuk penahanan, tentu memenuhi persyaratan dalam undang-undang. Untuk saat ini tim penyidik belum perlu penahanan. Pertimbangan, dia kooperatif dua hari ini.  Sebelumnya tak hadir karena alasan yang sah menurut hukum," kata Kepala Kejati DKI M. Adi Toegarisman dalam jumpa pers di Gedung Kejati DKI, Jumat (5/6/2015).

Dahlan menjadi tersangka terkait dugaan kasus korupsi proyek pengadaan dan pembangunan gardu induk di Unit Induk Pembangkit dan Jaringan Jawa Bali, dan Nusa Tenggara PT PLN Persero tahun anggaran 2011-2013.

Hari ini, Dahlan menjalani pemeriksaan di Kejati DKI Jakarta sekitar lima jam. Setelah pemeriksaan, Dahlan tampak linglung hingga sempat salah masuk mobil.

Kepala Kejati DKI M. Adi Toegarisman menjelaskan, Kejaksaan sudah menetapkan 15 tersangka. Satu tersangka sudah manjadi terdakwa dan disidang. Sementara, sembilan tersangka sedang dalam proses pelimpahan perkara ke pengadilan. "Nanti mungkin mudah-mudahan dilimpahkan yang sembilan. Lima (tersangka) dalam proses penyidikan," terang Adi.

Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU No31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.


(YDH)