Jadi Tuan Rumah IORA, Padang Mulai Sibuk

Fajar Nugraha    •    Jumat, 05 Jun 2015 16:57 WIB
iora
Jadi Tuan Rumah IORA, Padang Mulai Sibuk
Kekayaan laut akan dibahas dalam pertemuan IORA (Foto: News.com.au)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kota Padang resmi ditetapkan sebagai tuan rumah pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA). Berbagai kegiatan pun mulai dilakukan menyambut pertemuan internasional ini.
 
Pada 4-5 Juni 2015, Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) menyelenggarakan IORA Outreach Program (IOP).
 
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif pemerintah kota Padang dan Sumatera Barat serta civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi seperti Unand, Universitas Riau dan Universitas Brawijaya.
 
IOP yang diselenggarakan di kampus Unand terdiri dari seminar, simulasi sidang, lomba penulisan esai dan simulasi diplomatic dinner.
 
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyatakan bahwa IORA dapat berkontribusi dalam pengembangan dan kemajuan kawasan barat pulau Sumatera yang relatif belum semaju kawasan timur Sumatera.
 
"Kegiatan ini juga dapat menjadi pemanasan bagi persiapan penyelenggaraan rangkaian pertemuan IORA di kota Padang," jelas Irwan, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (5/6/2015).
 
Sementara itu Direktur Kerja Sama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Benyamin Carnadi, menyatakan bahwa IORA Outreach Program merupakan upaya bersama agar kegiatan diplomasi Indonesia dapat diketahui lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
 
"Hal ini juga sesuai dengan semangat total diplomacy di mana semua pihak terlibat dalam upaya-upaya diplomasi," ujar Benyamin.
 
Seminar pada IORA Outreach Program bertemakan "Revitalizing Cooperation in Indian Ocean through IORA" dan dihadiri oleh para peserta dari Universitas Andalas dan Univesitas Riau serta para pejabat dari pemerintah kota Padang dan Sumatera Barat.
 
Lomba penulisan esai tentang IORA dimenangkan oleh mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Unand, Muhammad Galih Firmandio dengan judul, "Analisa Kepentingan Indonesia dalam IORA".
 
Sementara itu simulasi sidang mengambil format Pertemuan Council of Ministers (COM) yang merupakan pertemuan tertinggi pada IORA.
 
IORA merupakan kerja sama regional negara-negara di kawasan Samudera Hindia dengan fokus kerja sama pada enam bidang prioritas: keamanan dan keselamatan maritim, fasilitasi perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, manajemen risiko bencana, kerja sama akademik dan IPTEK, serta pariwisata dan pertukaran budaya.
 
Saat ini IORA beranggotakan 20 negara yaitu, Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Bangladesh, India, Sri Lanka, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Yaman, Tanzania, Kenya, Mozambik, Afrika Selatan (Afsel), Madagaskar, Uni Komoros, Seychelles, dan Mauritius. 
 
IORA juga memiliki enam negara mitra dialog yaitu, Amerika Serikat (AS), Jepang, Tiongkok, Prancis, Mesir, dan Inggris.
 
Indonesia akan menjadi Ketua IORA pada masa periode 2015-2017 setelah diserahterimakan dari Australia sebagai Ketua IORA saat ini, pada Pertemuan Council of Ministers ke-15 di Padang pada 23 Oktober 2015.



(FJR)