Kemendag Tunggu Rekomendasi Kementan Impor Bawang Merah

Husen Miftahudin    •    Jumat, 05 Jun 2015 17:33 WIB
bawang
Kemendag Tunggu Rekomendasi Kementan Impor Bawang Merah
Ilustrasi bawang merah dan putih. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Metrotvnews.com, Jakarta: Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina mengaku menunggu rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan impor bawang merah. Hal ini mengingat harga bawang merah di pasaran sudah lebih tinggi dibanding harga referensi.

Ia menjelaskan, harga referensi merupakan kesepakatan batas atas yang dilakukan oleh Kementan dan Kemendag untuk menentukan perlu tidaknya impor. Harga referensi bawang merah, ditetapkan sebesar Rp25.700 per kilogram (kg).

"Kita pernah sepakat pada 2013 dan 2014 dengan Kementan yang dituangkan dalam Permentan bahwa mereka akan menyetujui (impor) apabila di atas harga referensi. Sekarang (harga bawang merah) sudah melebihi yakni rata-rata Rp36.000," ujar Srie ditemui di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2015).

Menurut data Kemendag, sebut dia, harga bawang merah rerata nasional mencapai Rp36.000 per kg. Harga tertinggi berada di daerah Sofifi, Maluku Utara mencapai hingga Rp44 ribu per kg. Jika mengacu pada harga tersebut, maka seharusnya Kementan segera memberi rekomendasi impor kepada Kemendag agar harga bawang merah dalam negeri kembali stabil.

"Ini karena pasokannya kurang. Kenapa pasokannya kurang, karena distribusi panen tiap bulannya tidak sama, adakala lebih dan adakala kurang. Kalau pada saat kekurangan seperti ini, tak mengapa kita tutup lewat impor," tukas Srie.

Meskipun begitu, aku dia, hingga kini Kementan belum juga mengeluarkan rekomendasi impor bawang merah. "Kalau nanti Kementan bilang Juni ada pasokan, ya tidak usah (impor), kita kan impor opsi terakhir dari rekomendasi Kementan. Kalau Kementan menjamin produknya ada, maka kita tidak impor dan gunakan produk dalam negeri," pungkas Srie.


(AHL)