Dahlan Iskan Dicekal

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 05 Jun 2015 17:44 WIB
dahlan iskan
Dahlan Iskan Dicekal
Dahlan Iskan mengacungkan dua jempol kepada wartawan usai diperiksa di Kejati DKI, Jumat (5/6/2015).MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Dahlan Iskan dicekal. Mantan Direktur Utama PLN yang juga bekas Menteri BUMN itu tak boleh pergi ke luar negeri.

"Hari ini, Kejati DKI minta Kejagung agar yang bersangkutan (Dahlan-Red.) dicegah ke luar negeri," kata Kepala Kejati DKI M. Adi Toegarisman di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015) sore.

Dahlan ditetapkan sebagai tersangka kasus gardu listrik setelah diperiksa sebagai saksi selama lima jam. Tapi, Dahlan tak langsung ditahan.

Adi mengatakan, Dahlan kooperatif jadi tak perlu masuk bui. "Belum perlu penahanan. Dahlan kooperatif dua hari ini," kata Adi.


Dahlan salat Jumat di masjid Kejati DKI.MTVN/Yogi Bayu Aji

`Setrum` yang menyengat Dahlan berawal dari pembangunan megaproyek Kementerian ESDM terhadap 21 unit Gardu Induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara yang sudah dimulai pada Desember 2011. Belakangan proyek bernilai Rp1,063 triliun itu terbengkalai.

Kapasitas Dahlan pada proyek itu adalah kuasa pengguna anggaran. "Ada dua permasalahan pokok berkaitan pemeriksaannya. Yaitu, sistem multiyears dan pembayaran proyek yang gunakan on set. Ada ketentuan yang dilanggar, sehingga dari keterangan seluruh pihak, kami simpulkan ada dua alat bukti," jelas dia.

Adi menerangkan, proyek pembangunan konstruksi ini seharusnya tidak menggunakan pembayaran on set, seperti proyek pengadaan barang. Pembayaran sejatinya sesuai penyelesaian proyek, bukan materi yang dibeli rekanan.

"Proyek ini berkebalikan," jelas dia. "Kalau multiyerar bisa diizinkan kalau masalah tanah tuntas. Ini enggak. Dari 21 yang dibangun, 4 milik PLN, sisanya enggak."


Adi Toegarisman.MI/Immanuel Antonius

Selain Dahlan, ada 15 tersangka lain dalam kasus ini. Satu tersangka sudah manjadi terdakwa dan disidang. Sementara, sembilan tersangka sedang dalam proses pelimpahan perkara ke pengadilan.

"Nanti mungkin mudah-mudahan dilimpahkan yang sembilan. Lima (tersangka) dalam proses penyidikan," terang Adi.

Ke-15 tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jucnto Pasal 18 UU No31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Dahlan dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No20 Tahun 2001.


(ICH)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA