Jelang Puasa & Lebaran

Enam Jurus Kemendag Kendalikan Harga Pokok

Husen Miftahudin    •    Jumat, 05 Jun 2015 17:46 WIB
bahan pokok
Enam Jurus Kemendag Kendalikan Harga Pokok
Ilustrasi -- FOTO: REUTERS/STRINGER

Metrotvnews.com, Jakarta: Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina mengaku telah memiliki jurus jitu untuk mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok yang melonjak menjelang puasa dan Lebaran. Ia menyatakan bahwa pihaknya memiliki enam jurus agar harga bahan pokok tersebut stabil menghadapi puasa dan Lebaran.

Jurus pertama, sebut dia, adalah dengan melakukan pemantauan pasokan secara berkala. Hal ini dilakukan di beberapa daerah sentra produksi agar ada komparasi pasokan untuk menghindari anomali (ketidakwajaran) harga bahan-bahan pokok.

"Kedua, meningkatkan koordinasi dengan instansi-instansi terkait distribusi barang. Saat ini koordinasi sudah dilakukan dengan seluruh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengetahui jumlah pasokan," ujar Srie ditemui di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2015).

Tak hanya itu, lanjut dia, koordinasi juga dilakukan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk memprioritaskan angkutan darat saat H-4 hingga H+1 Lebaran. "Saya juga sudah koordinasi dengan asisten Kapolri agar membantu keamanan, jalur kepadatan angkutan termasuk keamanan bahan kebutuhan pokok," papar Srie.

Sedangkan ketiga, tambah dia, pihaknya mendorong segera diterbitkannya regulasi dari Peraturan Presiden tentang penyimpan bahan pokok. Hal ini agar Kemendag dapat menetapkan harga acuan dalam rangka puasa dan Lebaran. Dengan begitu, maka konsumen mendapatkan harga yang wajar dan terjangkau.

Keempat, menurunkan disparitas harga melalui rencana baru dengan meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan agar PT Pelni dapat mengangkut bahan pokok yang melalui enam rute pelayaran perintis. Diharapkan, kapal Pelni tersebut dapat mendistribusikan bahan pokok ke 30 pelabuhan kecil di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah kelima, sambung Srie, jika terjadi anomali harga pihaknya akan segera melakukan pengawalan. "Perlu dilakukan pengawalan harga dengan cara operasi pasar dalam rangka pengawasan, bekerja sama dengan pihak kepolisian di beberapa titik seperti di pelabuhan, gudang dan lainnya," papar dia.

Sedangkan langkah yang terakhir, tutur dia, pihaknya akan menggandeng swasta untuk menggelar pasar dengan harga bahan-bahan pokok yang ditawarkan di bawah harga pasaran.

"Kemendag akan melakukan pasar murah, pasar murah bagaimana pemerintah atau swasta melakukan penjualan barang kebutuhan pokok lebih murah dari pasar," pungkas Srie.


(AHL)