Facebook & Twitter Wadah Favorit Bisnis Prostitusi

Budi Ernanto    •    Sabtu, 06 Jun 2015 19:38 WIB
situs porno
<i>Facebook & Twitter</i> Wadah Favorit Bisnis Prostitusi
Tolak prostitusi online. (Foto: Antara/Maulana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Facebook dan Twitter menjadi wadah favorit bagi pelaku bisnis prostitusi. Mereka secara vulgar menjual jasa pemuas syahwat lewat dua media sosial itu.
 
Direktur Kementerian e-Business Kementerian Komunikasi dan Informatika, Azhar Hasyim mengatakan, berdasarkan data Kemenkominfo, ada 480 lebih akun Twitter yang diduga menjajakan bisnis prostitusi. Pemblokiran dilakukan oleh pengelola Facebook dan Twitter.
 
Azhar menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan Facebook dan Twitter untuk melaporkan akun-akun nakal tersebut agar diblokir permanen.
 
Dikatakannya Menteri Komunikasi dan Informatika juga sudah bertemu dengan pemilik Facebook dan Twitter. “Kami meminta untuk bisa langsung terhubung dengan jaringan atau line yang mengelola Facebook dan twitter, sehingga bisa diadukan dan blokir akun-akun yang berbau pornografi atau yang menawarkan jasa prostitusi,” tutur Azhar.
 
Azhar menambahkan, pihaknya mulai melakukan penelusuran praktik prostitusi di media sosial setelah terjadi kasus Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby.
 
"Setelah ramai pemberitaan @tatta_chuby. Kami lakukan penelusuran terhadap akun-akun yang berpontensi prostitusi, kemudian dikirim ke twitter dan facebook. Mereka (twitter dan facebook) mengambil tindakan juga," katanya.
 
 


(FZN)