Nilai Ekspor Ikan Tuna Bali Naik 10,17%

Antara    •    Minggu, 07 Jun 2015 10:56 WIB
ekspor
Nilai Ekspor Ikan Tuna Bali Naik 10,17%
Ekspor Ikan (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)

Metrotvnews.com, Denpasar: Bali mengekspor ikan tuna dalam bentuk segar dan beku senilai USD25,55 juta selama empat bulan periode Januari-April 2015, atau mengalami peningkatan sebanyak 10,17 persen bila dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD23,19 juta.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mencatat, realisasi perdagangan luar negeri menunjukkan hasil perikanan tersebut mampu memberikan kontribusi sebanyak 15,71 persen dari total ekspor Bali secara keseluruhan yang mencapai USD162,70 juta.

Devisa tersebut diperoleh dari pengapalan 4.552,3 ton ikan tuna hasil tangkapan nelayan dan perusahaan yang menggunakan kapal penangkap ikan bermangkal di Pelabuhan Benoa selama empat bulan pertama di 2015.

Dari segi volume pengapalan matadagangan hasil perikanan dan kelautan itu merosot 24,08 persen, karena periode yang sama tahun sebelumnya mengapalkan 5.996,1 ton ikan tuna dalam bentuk beku dan segar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar menambahkan, khusus April 2015 ekspor ikan dan udang itu menghasilkan USD10,27 juta. "Atau meningkat 4,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Maret 2015) yang tercatat USD8,80 juta," ungkapnya, di Bali, Minggu (7/6/2015).

Namun, dibanding dengan bulan yang sama tahun sebelumnya perolehan devisa itu meningkat 2,91 persen, karena saat itu hanya mampu menghasilkan USD9,98 juta. Ikan dan udang merupakan salah satu dari lima komoditas utama ekspor Pulau Dewata, disamping produk pakaian bukan rajutan, perhiasan (permata), produk dari kayu dan perabot serta penerangan rumah.

Panasunan Siregar menambahkan, ikan dan udang yang dikapalkan dari Bali paling banyak menembus pasaran Amerika Serikat yang menyerap 31,95 persen, menyusul Jepang 18,91 persen dan Australia 5,48 persen.

Selain itu, lanjut Panasunan, juga menembus pasaran Singapura satu persen, Hong Kong 5,92  persen, Spanyol 3,49 persen, Belanda 0,44 persen, Thailand 6,59 persen, Jerman  0,31 persen dan Prancis 0,28 persen. Sisanya 25,53 persen menembus sejumlah negara lainnya.

"Karena hasil perikanan khususnya ikan tuna dan udang dari Bali mampu bersaing di pasaran luar negeri," pungkas Panasunan Siregar.


(ABD)