Empat DPO WN Tiongkok Ditangkap Polda Metro

Aedy azeza ulfi    •    Minggu, 07 Jun 2015 13:52 WIB
penipuan tiongkok
Empat DPO WN Tiongkok Ditangkap Polda Metro
WN Tiongkok ditangkap. ---Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Subdit Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap empat orang dari 22 Daftar Pencarian Orang (DPO) warga negara (WN) Tiongkok yang terlibat tindak pidana terkait penipuan. Para pelaku melakukan penipuan di tahun 2008 dan diterbitkan sebagai DPO pada 2011.

Menurut Dirkrimum Polda Metro Jaya, Krishna Murti, Polda Metro membantu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam melakukan pencarian terhadap DPO yang sedang tersebar di Indonesia.

"Kami hanya bantu, bekerja sama dengan RRT agar hubungan interpol terjalin. Agar mereka dapat juga membantu kita ketika dibutuhkan," ucap Krishna, Minggu (7/6/2015).

Empat orang DPO yang dibekuk Polda di lokasi yang berbeda-beda dan waktu yang berbeda. "Pertama LC, 45, WN Tiongkok, ditangkap tanggal 27 Mei sekitar pukul 20.00 WIB di salah satu apartemen di Jakarta Pusat. Kerugian RRT atas penipuan yang dilakukan LC mencapai USD 300.000 di Tiongkok," tuturnya di Polda Metro Jaya.

Tersangka kedua, lanjut Krishna berinisial CSW, 47, WN Tiongkok ditangkap di sebuah ruko di Ketapang, Kalimantan Barat pada tanggal 29 Mei pukul 14.00 WITA. "Kerugian yang disebabkan penipuan oleh tersangka CSW mencapai USD2 juta di Tiongkok" tambah Krishna.

Ketiga, kata Krishna, pada tanggal 3 Juni pelaku inisial LQ, 47, ditangkap di rumahnya yang berlokasi di Perumahan Cemara Hijau Jalan Krakatau Medan, Sumatera Utara. LQ melakukan kejahatan penipuan bisnis dengan kerugian USD10 ribu di RRT.

Keempat pelaku inisial ZP, 46, ditangkap di Jakarta Pusat pada tanggal 5 Juni lalu pukul 23.45 WIB. Kerugian yang disebabkan oleh ZP di Tiongkok sekitar 1 juta Yuan.

Keempat tersangka akan dibawa kembali ke Tiongkok setelah Polda Metro berkoordinasi dengan Interpol. "Nanti kami akan koordinasi ke Mabes Polri, kemudian Mabes akan koordinasi dengan Interpol disana untuk kapan dideportasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Subdit Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah menangkap tiga orang dari 22 DPO RRT. Sampai saat ini jumlah DPO RRT yang sudah ditangkap total tujuh orang.


(MBM)