Target Pertumbuhan Ekonomi Kepri Sulit Dicapai

Antara    •    Minggu, 07 Jun 2015 16:05 WIB
pertumbuhan ekonomi
Target Pertumbuhan Ekonomi Kepri Sulit Dicapai
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Batam: Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani mengakui target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun sebesar delapan persen sulit dicapai.

"Target RPJMD sebesar delapan persen tidak tercapai, bukannya karena tidak berusaha. Tapi, situasi eksternal yang menyebabkan itu," kata Muhammad, saat membuka Gerakan Nasional Non Tunai Bank Indonesia, di Batam, Kepri, Minggu (7/6/2015).

Meski tidak mencapai target dalam RPJMD, pertumbuhan ekonomi di Kepri lebih tinggi dibanding nasional. Saat ini, pertumbuhan ekonomi di Kepri mencapai 7,3 persen. "Kami masih punya waktu untuk mengejar target sampai akhir tahun ini. Mudah-mudahkan tercapai, meski sulit," kata Gubernur Kepri.

Beberapa faktor eksternal yang menyebabkan sulit mencapai target antara lain melemahnya perekonomian Eropa, krisis ekonomi global, menurunnya harga minyak dunia dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Faktor-faktor itu dipercaya menjadi penghambat investasi asing di Kawasan Batam yang memicu perlambatan pertumbuhan di seluruh wilayah Kepri.

Padahal, lanjutnya, pemerintah sudah melancarkan sejumlah rencana untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di seluruh Kepri, yaitu dengan pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan Karimun (FTZ BBK) serta kawasan pengembangan sektor bahari dan pariwisata di Natuna, Anambas dan Lingga (NAL).

"Strategi kami dengan FTZ BBK dan NAL. NAL juga didorong agar tumbuh dan berkembang, agar ada nilai positif," kata dia.

Sementara itu, selain pertumbuhan ekonomi, Gubernur Kepri ini juga menilai target dalam RPJMD lainnya sulit tercapai, antara lain penurunan angka pengangguran dan kemiskinan. "Pengangguran sekarang tinggal enam persen, kemiskinan juga tinggal enam persen, dari sebelumnya 11 persen. Ini semua akan kami sampaikan pada DPRD pada akhir masa kerja," pungkasnya.


(ABD)