BKPM Bidik Realisasi Investasi Rp3.500 Triliun

Angga Bratadharma    •    Minggu, 07 Jun 2015 16:20 WIB
bkpm
BKPM Bidik Realisasi Investasi Rp3.500 Triliun
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan bahwa pihaknya menargetkan dapat menarik minat investasi yang diwujudkan melalui pengajuan Izin Prinsip (IP) ke BKPM hingga Rp7.000 triliun selama periode 2015-2019 atau dua kali lipat dari target realisasi investasi periode tersebut.

"BKPM menargetkan realisasi investasi sebesar Rp3.500 triliun, periode lima tahun mendatang. Jumlah realisasi tersebut merupakan kontribusi sektor investasi guna menopang target rata-rata pertumbuhan ekonomi tujuh persen yang ditetapkan pemerintah," ungkap Franky, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (7/6/2015).

Berdasar analisis BKPM, selama ini rata-rata rasio realisasi investasi sebesar 40 persen sampai 50 persen dari nilai rencana investasi yang diajukan izin prinsipnya ke BKPM. Artinya, untuk mencapai  realisasi investasi sebesar Rp3.500 triliun, BKPM membutuhkan pengajuan Izin Prinsip hingga Rp7.000 triliun.

Sementara itu, stok Izin Prinsip antara 2010-April 2015 yang diharapkan dapat terealisasi dalam kurun waktu 2015-2019 sebesar Rp4.125 triliun. Karena itu, BKPM masih harus mengejar minat investasi yang diajukan Izin Prinsipnya hingga sebesar Rp3.000 triliun.

Franky mengakui target tersebut memang cukup berat mengingat kondisi perekonomian global yang cenderung melambat. Namun demikian, dirinya tetap optimistis bahwa BKPM dapat memenuhinya karena masih tingginya minat investasi ke Indonesia. Dia merujuk kepada hasil kunjungannya ke Jepang, di mana investor Jepang cukup agresif merencanakan investasi.

"Investor Jepang meminati sektor-sektor baru seperti properti, peternakan, rumah sakit,perkapalan dan lain-lain. Demikian pula sektor tradisionalnya seperti otomotif, petrokimia danbaja yang juga mengalami peningkatan melalui perluasan investasi," tandas Franky.

BKPM mencatat sepanjang periode Oktober 2014-Mei 2015 tercatat minat investasi yang diharapkan segera masuk dalam pengajuan izin prinsip ke BKPM sebesar USD151,1 miliar atau sekitar Rp196,43 triliun (kurs Rp 13.000), dari tujuh sektor yang menjadi fokus BKPM yaitu kelistrikan, hilirisasi pertanian, maritim, industri padat karya, industri substitusi impor, hilirisasi produk tambang dan infrastruktur.

“Minat investasi sepanjang enam bulan pemerintahan ini menunjukkan masih tingginya minat investasi ke Indonesia. Kami optimistis minat investasi ke depan tetap tinggi menyusul pengakuan lembaga pemeringkat internasional terhadap kondisi perekonomian Indonesia," pungkas Franky.



(ABD)

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

6 hours Ago

Penyitaan akan dilakukan jika mantan Ketua DPR RI itu tidak dapat mengembalikan uang ganti rugi…

BERITA LAINNYA