Pemindahan Ibu Kota Merupakan Keputusan Presiden

Ilham wibowo    •    Minggu, 07 Jun 2015 17:28 WIB
pemindahan ibukota
Pemindahan Ibu Kota Merupakan Keputusan Presiden
Presiden Jokowi--Foto: Metrotvnews.com/Desi Angriani

Metrotvnews.com, Jakarta: Staf khusus Mentri PPN/Bappenas Sonny Harry Harmadi mengatakan, pemindahan pusat pemerintahan dan pusat ibu kota dari Jakarta merupakan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pusat pemerintahan tidak boleh jauh dari pusat ibu kota. Kalau pusat pemerintahan yang dipindah, ya pusat ibu kota juga harus dipindah. Ini merupakan keputusan presiden," tutur Sonny saat berbicara dalam Forum Senator untuk Rakyat bertema "Ibu Kota Pindah ke Mana?" di Jakarta, Minggu (7/6/2015).

Sonny menuturkan, hingga saat ini pembahasan terkait pemindahan pusat ibu kota negara dan pusat pemerintahan secara formal belum dilakukan di Kementrian PPN/Bapenas. Pihaknya perlu melakukan kajian lanjutan agar wacana ini dapat terwujud.

"Kita melihat bagaimana dampaknya secara keseluruhan. Saat ini pak menteri masih membahas secara informal. Dari diskusi itu bisa menjadi lanjutan untuk menjadi kebijakan," tutur Sonny.

Kepindahan ibu kota akan terlaksana jika wacana ini menjadi isu penting. Sonny mengatakan, tidak bisa hanya dengan alasan emosional. Lalu secara tiba-tiba ibu kota kemudian perlu dipindahkan.

"Alasan emosional seperti macet dan banjir tidak bisa hanya begitu. Jika isu ini dianggap penting dan DPR mendesak, maka kami jelas akan melakukan kajian untuk mewujudkannya," kata Sonny.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejauh ini Kota Jakarta masih layak menjadi pusat pemerintahan dan pusat ibu kota. Namun, Jakarta yang juga merupakan pusat bisnis diprediksi akan menghilangkan tanah subur di kota penyangga seiring dengan kebutuhan lahan.

"Daerah di sekeliling Jakarta merupakan daerah subur yang akan turut berkembang. Kemungkinan lahan itu akan hilang," tuturnya.


(MBM)