Polda Metro Tangkap 4 DPO Asal Tiongkok

Budi Ernanto    •    Minggu, 07 Jun 2015 19:33 WIB
penipuan tiongkok
Polda Metro Tangkap 4 DPO Asal Tiongkok
Polisi publikasikan pelaku kejahatan online asal tiongkok. (Foto: Arga Sumantri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat dari 22 buronan asal Tiongkok yang lari ke Indonesia. Mereka adalah LC, CSW, LQ, dan ZP. Keempat orang itu adalah pelaku penipuan di negaranya sendiri sejak 2008.

Menurut Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, dua buronan terakhir ditangkap pada Rabu (3/6/2015) dan Jumat (5/6/2015) kemarin. LQ yang menjadi tersangka kasus penipuan dengan kerugian USD10 ribu itu diciduk di Medan, Sumatera Utara.

Sementara ZP, tersangka kasus penipuan pada 2011 dengan kerugian sebesar 1 juta Yuan itu ditangkap di Jakarta. “Jadi, 22 DPO itu tidak menetap di satu tempat, mereka menyebar di seluruh wilayah Tanah Air,” kata Krisnha di Jakarta, Minggu (7/6/2015). 

Adapun penangkapan dua buronan lainnya, yakni LC dan CSW, terjadi pada akhir Mei kemarin. LC ditangkap di Jakarta pada Rabu (27/5/2015) dan CSW di Ketapang, Kalimantan Barat pada Jumat (29/5/2015).

“Semua buronan yang ditangkap, akan diserahkan ke Mabes Polri yang lalu berkoordinasi dengan pihak Interpol dan Imigrasi untuk urusan deportasinya. Saat ini kami terus mencari sisa buronan lainnya,” pungkas Krisnha.

Seperti diketahui, pemerintah Tiongkok sudah mengajukan permohonan untuk menangkap 22 orang yang masuk Daftar Pencarian Orang sejak 2011 lalu itu ke Polri yang kemudian ditembuskan ke Polda Metro Jaya. Permohonan diajukan pada awal Mei kemarin.

Krisnha mengatakan Indonesia menjadi tempat pelarian lantaran visa on arrival yang diberlakukan bagi warga negara asal Tiongkok. Tapi hal tersebut tidak menjadi penyebab satu-satunya para buronan itu bisa masuk ke Tanah Air. “Kami masih cari tahu,” kata Krisnha


(REN)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 day Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA