Pengungsi Rohingya Diarahkan Masuk Pesantren

Agus Josiandi    •    Minggu, 07 Jun 2015 21:07 WIB
rohingya
Pengungsi Rohingya Diarahkan Masuk Pesantren
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (tengah) berkunjung ke rumah salah satu warga Desa Mendris, Patrereman, Modung, Bangkalan Madura, Minggu, (7/6). Foto: Antara/Tisna

Metrotvnews.com, Bangkalan: Untuk menyelamatkan nasib para pengungsi Rohingya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa sepakat dengan usulan sejumlah pengasuh  pondok pesantren di  Jawa Timur agar para pengungsi Rohingya ditampung di pondok pesantren.

Namun, Khofifah mengatakan para pengungsi yang bisa di tampung di pondok pesantren hanyalah pengungsi anak-anak yang sudah yatim piatu dan tinggal sebatang kara.

“Saya sepakat, tapi hanya anak yang sudah yatim piatu atau tinggal sebatang kara,” kata Khofifah, saat berkunjung ke Ponpes Al Anwar, Desa Patereman, Modung, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Minggu (07/6/2015) sore.

Data Kementerian Sosial, ada sebanyak 231 anak Rohingya yang termasuk yatim piatu. Mereka sepatutnya mendapat tempat pengasuhan yang layak. Bagi Kemensos, tempat yang layak tersebut di antaranya adalah Rumah Perlindungan Sosial Anak milik Kemensos, atau bisa dicarikan tempat alternatif lain, seperti ponpes.

Selain masalah anak yatim piatu di kalangan pengungsi Rohingya, Kemensos juga menyoroti masalah reunifikasi atau penyatuan para pengungsi rohingya dalam satu keluarga namun terpisah lokasi pengungsiannya di negara lain. Menurut Khofifah, masih banyak pengungsi Rohingya yang suaminya berada di Malaysia sementara istrinya ada di Indonesia atau sebaliknya.
 


(UWA)