PLTN Pilihan Terakhir Pembangkit Energi Indonesia

Husen Miftahudin    •    Minggu, 07 Jun 2015 21:20 WIB
nuklir
PLTN Pilihan Terakhir Pembangkit Energi Indonesia
Fasilitas nuklir di Indonesia. FOTO: MI/SUSANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi menyatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan pilihan terakhir bagi Indonesia untuk pembangkit energi. Hal ini merupakan kesepakatan seluruh anggota DEN pada November 2014.

"Nuklir adalah pilihan terakhir, ini dibuat oleh DEN, kita buat selama lima tahun. Kita sepakat nuklir itu pilihan terakhir," ujar Rinaldy dalam Diskusi Sudah Waktunya PLTN Dibangun sebagai Solusi Masalah Listrik, di Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya No 72, Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2015).

Ia melanjutkan, jika harus membangun PLTN, maka investor harus siap bertanggung jawab jika suatu saat terjadi kecelakaan. Seperti diketahui, gempa yang terjadi di Jepang membuat PLTN Fukushima menggalami gangguan dan membuat sebagian masyarakat terkena radiasi.

"Ada beberapa langkah yang harus diubah, banyak informasi yang diberikan, banyak sumber yang tidak tepat dan salah kaprah soal nuklir. Masyarakat harus tau bahaya nuklir," papar dia.

Rinaldy meyakini, jika masyarakat mengetahui bahaya yang dikandung energi nuklir, maka pembangunan PLTN tak akan terealisasi. Pasalnya, pembangunan PLTN terwujud akibat adanya persetujuan masyarakat. Tak hanya itu, pembangunan PLTN juga memerlukan dana yang tidak sedikit.

"Energi nuklir tidak murah lagi, kalau kita punya PLTN kita harus impor uranium, nuklir energi yang bahaya. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) belum punya pengalaman. Kita putuskan itu (nuklir) pilihan terakhir," tegas Rinaldy.


(AHL)