Pendiri OPEC, Arab Saudi Dukung RI Masuk Kembali

Annisa ayu artanti    •    Minggu, 07 Jun 2015 21:45 WIB
opec
Pendiri OPEC, Arab Saudi Dukung RI Masuk Kembali
Ilustrasi. FOTO: REUTERS/Leonhard Foeger

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah menyatakannya keinginannya kembali menjadi anggota Organization of The Petroleum Exporting Countries (OPEC) Kamis lalu. Keinginan kembalinya Indonesia sebagai anggota OPEC sangat didukung oleh para anggota OPEC, salah satunya Arab Saudi.

Arab Saudi menyatakan dukungannya, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang berperan dalam pendirian dan pengembangan OPEC itu sendiri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, dukungan tersebut secara langsung dikatakan oleh Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi dalam pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dengan Arab Saudi.

"Delegasi Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi dan sangat mendukung keputusan Pemerintah Indonesia yang berkeinginan untuk kembali menjadi anggota OPEC. Karena Indonesia merupakan merupakan salah satu pendiri OPEC," ungkap Ali Al-Naimi, seperti dikutip dalam siaran pers Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (7/6/2015).

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Arab Saudi menyatakan akan mendorong National Oil Company (NOC) Arab Saudi (Saudi Aramco) secara profesional untuk berinvestasi dalam pembangunan kilang di Indonesia. Hal ini dilakukan guna menjamin kontinuitas pasokan jangka panjang bagi Indonesia.

"Arab Saudi merupakan pemasok terbesar minyak mentah untuk Indonesia. Pada 2014 lalu, Arab Saudi memasok hingga 40 juta barel. Karenanya dukungan dan kerja sama dengan Arab Saudi memiliki peran yang sangat strategis bagi Indonesia," tutur Sudirman.

Sekadar informasi, Menteri ESDM Sudirman Said menghadiri undangan '6th International Seminar Organization of The Petroleum Exporting Countries (OPEC)' yang dilaksanakan pada 3-4 Juni 2015 di Hofburg Palace, Vienna, Austria didampingi oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gasbumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, serta Staf Khusus Menteri Widhyawan Prawiratmadja.


(AHL)