Selain Sri Mulyani, Bareskrim Juga Periksa Empat Saksi

Githa Farahdina    •    Senin, 08 Jun 2015 11:15 WIB
korupsi migas
Selain Sri Mulyani, Bareskrim Juga Periksa Empat Saksi
Bareskrim. Foto: BBC

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Bareskrim Polri tak hanya memeriksa bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kasus dugaan korupsi penjualan kondensat. Beberapa saksi dari PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) maupun SKK Migas (sebelumnya BP Migas) juga menjalani pemeriksaan.

"Kasus TPPI masih ada empat lagi (saksi diperiksa hari ini), difokuskan kepada pendalaman terhadap petugas-petugas atau pejabat-pejabat yang melaksanakan pembukuan atau bergerak di bidang keuangan," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Pol Viktor Simanjuntak di Bareskrim Polri, Senin (8/6/2015).

Pemeriksaan difokuskan untuk mengetahui administrasi keuangan dalam proses penjualan kondensat. Penyidik, kata Victor, juga ingin mengetahui apakah terdapat buku besar yang mencatat keluar masuknya uang.

"Terusan buku besar pasti ada buku-buku yang mencatat secara teknis. Nanti dalam waktu dekat ada kesimpulan sementara dari PPATK," kata Viktor. Viktor berharap pekan ini pihaknya tuntas memeriksa seluruh saksi.

Kasus ini bermula di 2009 saat SKK Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Penyidik menilai ada pelanggaran Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Tipikor dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003.

Kasus yang diklaim Bareskrim sebagai 'mega korupsi' ini mencapai Rp2 triliun atau USD156 juta. Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Edy Simanjuntak mengaku sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus yang sudah berproses penyidikan ini.


(KRI)