Pekan Depan, Polri Intensif Periksa Tersangka Kasus Penjualan Kondensat

Githa Farahdina    •    Senin, 08 Jun 2015 12:21 WIB
korupsi migas
Pekan Depan, Polri Intensif Periksa Tersangka Kasus Penjualan Kondensat
Brigjen Pol Victor E Simanjuntak. Foto: Aedy Azeza/Metrotvnews,com

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri akan mulai intensif memeriksa tiga tersangka kasus penjualan kondensat bagian negara, pekan depan. Tiga tersangka itu, yakni; DH, RP, dan HW.

"Pekan depan kita periksa tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Viktor Simanjuntak di Bareskrim Polri, Senin (8/6/2015). Pemeriksaan intensif para tersangka ini dilakukan setelah Bareskrim berencana menuntaskan pemeriksaan saksi-saksi penting pekan ini.

Salah seorang tersangka, HW, saat ini masih berada di Singapura untuk menjalani perawatan medis. Polri telah dua kali menerima surat dari rumah sakit setempat yang menyatakan kemungkinan bahaya fatal jika HW diterbangkan ke Tanah Air guna menjalani pemeriksaan.

Viktor belum bisa memastikan soal pemeriksaan HW. Ia harus mengoordinasikan dengan Kapolri dan Interpol terlebih dahulu.

"Akan minta izin ke pimpinan Polri. (Jika diizinkan), minimal mengirim dua orang penyidik. Masih harus minta izin ke pimpinan," tegas Viktor.

Jikapun diizinkan, pemeriksaan akan dilaksanakan di kedutaan besar setempat. Kemudian, hasil pemeriksaan akan dicap di lokasi yang sama.

Dari penelusuran Metrotvnews.com, ke tiga tersangka adalah bekas pemilik PT Trans Pacific Petrochimical Indotama (TPPI) Honggo Wendratno, bekas Kepala BP Migas (kini SKK Migas) Raden Priyono, dan Djoko Harsono, mantan pejabat BP Migas.

Kasus ini bermula di 2009 saat SKK Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Penyidik menilai ada pelanggaran Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Tipikor dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003.

Kasus yang diklaim Bareskrim sebagai 'mega korupsi' ini mencapai Rp2 triliun atau USD156 juta. Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Edy Simanjuntak mengaku sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus yang sudah berproses penyidikan ini.


(KRI)