Gedung di Jakarta Wajib Punya Sistem Proteksi Kebakaran

Intan fauzi    •    Senin, 08 Jun 2015 12:33 WIB
kebakaran
Gedung di Jakarta Wajib Punya Sistem Proteksi Kebakaran
Gedung Kosgoro saat terbakar--Foto: Metrotvnews.com/Al Abrar

Metrotvnews.com, Jakarta: Si jago merah dapat beraksi di manapun dan kapan pun, sehingga sistem proteksi kebakaran harus maksimal, termasuk di gedung-gedung bertingkat.

Namun, gedung-gedung di Jakarta kerap melalaikan sistem proteksi kebakaran yang ditetapkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran.

Kepala Seksi Partimnas Dinas PKPB DKI Jakarta, Saipuloh mengatakan, setiap gedung wajib memiliki sistem proteksi kebakaran, aktif maupun pasif.

“Sebuah gedung harus memenuhi sistem proteksi yang andal atau memenuhi syarat. Persyaratan suatu gedung itu terpasangnya sistem proteksi kebakaran, pasif maupun aktif. Contohnya sistem proteksi kebakaran aktif terpasangnya hydrant kebakaran, sistem alarm kebakaran, sprinkler” jelas Saipuloh, kepada Metrotvnews.com di kantornya Jalan K.H. Zainul Arifin, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2015).

Ketentuan sistem proteksi yang ditetapkan Dinas Pemadam Kebakaran terhadap setiap gedung bisa berbeda-beda. Hal tersebut ditentukan oleh luas dan fungsi gedung.

“Ketentuan dilihat dari luas gedung. Jadi suatu gedung bisa tergolong tingkat risiko kebakarannya itu rendah. Ada lagi yang sedang dan yang berat. Lalu bangunan itu peruntukannya apa, misal industri. Resikonya lebih tinggi dibandingkan kantor-kantor,” terang Saipuloh.

“Dari setiap klasifikasi itulah sistem proteksinya pun berbeda. Untuk yang tingkat risikonya tinggi, sistem proteksinya harus lebih ketat lagi,” sambungnya.


(MBM)