Depresiasi Rupiah Rugikan Pengusaha Hingga 50%

Husen Miftahudin    •    Senin, 08 Jun 2015 12:54 WIB
rupiah
Depresiasi Rupiah Rugikan Pengusaha Hingga 50%
Ketua Umum KADIN Suryo Bambang Sulisto (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) semakin terperosok ke zona merah seiring makin dalamnya pelemahan laju Euro setelah terimbas pada ekspektasi negatif gagalnya Yunani dalam memenuhi pembayaran utang jatuh temponya pada 5 Juni waktu setempat.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan, laju rupiah akan berada pada level Rp13.292-Rp13.280 per USD pada hari ini.

Melihat kondisi demikian, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengakui, depresiasi rupiah membuat semua pengusaha merugi. Bahkan, kerugian para pengusaha mencapai hingga 50 persen.

"Semua sektor terjadi penurunan omzet. Penurunannya antara 10-50 persen, rata-rata sekitar 30 persen. Ini bukan lampu kuning lagi, tetapi sudah lampu merah," cetus Suryo, saat dihubungi Metrotvnews.com, di Jakarta, Senin (8/6/2015).

Ia mengaku prihatin terhadap semakin lemahnya laju rupiah. Pasalnya, kondisi seperti ini sangat berdampak besar bagi para pengusaha yang akhirnya juga berdampak pada pemutusan hak kerja (PHK) karyawan.

Suryo berpendapat, hal ini tentu memberi tekanan utamanya bagi pengusaha yang berorientasi pada bahan baku impor serta memiliki pinjaman dolar. Tentu kondisi ini menjadi kekhawatiran bagi para pengusaha.

"Juga kita yang bergerak dalam bidang industri bahan baku impor. Belum lagi kita bayangkan betapa besarnya penambahan biaya impor-impor yang dilakukan pemerintah untuk BBM, bahan pokok dan makanan," ungkap dia.

Ia memaparkan, penurunan pendapatan industri yang paling berpengaruh terhadap depresiasi rupiah ini adalah industri properti. Industri ini berdampak ganda karena mencerminkan daya beli masyarakat di dalam negeri.

"Berdampak pula ke industri bangunan, baja dan semen. Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini juga berdampak pada laju penjualan otomotif dan pulsa yang menurun," tambahnya.

Maka itu, harap dia, pemerintah segera mengambil tindakan dan langkah-langkah untuk mengatasi laju pelemahan rupiah yang semakin dalam. Hal ini sangat diperlukan dengan segera, untuk menahan kerugian para industri yang semakin membengkak.

"Kita mengharapkan langkah-langkah yang lebih mantap dari pemerintah. Ini perlu betul-betul menjadi perhatian pemerintah untuk mengantisipasi agar keadaan tak semakin memburuk," tutup Suryo.


(ABD)